Harga Kripto Lesu Tersengat Aksi Jual Sektor Saham Teknologi

Harga kripto yang tertekan pada Kamis, 29 Januari 2026 berlanjut pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026. Koreksi harga kripto itu didorong sejumlah sentimen.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 30 Januari 2026, 12:00 WIB
Harga kripto tertekan tersengat aksi jual signifikan yang dipicu sektor teknologi pada Kamis, 29 Januari 2026. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto tertekan tersengat aksi jual signifikan yang dipicu sektor saham teknologi pada Kamis, 29 Januari 2026. Aksi jual itu juga menekan saham dan logam mulia.

Koreksi harga kripto itu juga masih berlanjut pada perdagangan Jumat pagi, (30/1/2026). Berdasarkan data coinmarketcap.com, harga bitcoin (BTC) melemah 5,03% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin terpangkas 5,45%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 84.549 atau Rp 1,41 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.790). Kapitalisasi pasar turun 5,14% menjadi USD 2,87 triliun atau Rp 48.180 triliun.

Pada perdagangan Kamis, pasar kripto bergerak turun secara signifikan pada awal sesi perdagangan. Hal ini membuat kapitalisasi pasar turun sekitar 6% menjadi USD 2,9 triliun dari sebelumnya USD 3,1 triliun.

Mengutip the block, pergerakan ini termasuk di antara penurunan satu hari terbesar sejak peristiwa likuidasi 10 Oktober yang dipicu ancaman tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Likuidasi meningkat seiring dengan penurunan harga. Dari dari Coinglass menunjukkan  lebih dari USD 1 miliar atau Rp 16,78 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.790) posisi kripto yang memakai utang lenyap dalam 24 jam terakhir. Sebagian besar berasal dari posisi long. Berdasarkan data the block, harga bitcoin diperdagangkan di bawah USD 84.000, mendekati level yang pernah terjadi pada April 2025.

Kondisi pasar sudah melemah bahkan sebelum aksi jual pada Kamis pekan ini. Head of Research Bitwise, Ryan Rasmussen mencatat, hanya dua dari 20 aset kripto terbatas, Hype milik Hyperliquid dan CC miliki Canton yang naik dari dua digit selama seminggu terakhir. Selain itu, token pertukaran LEO Bitfinex, token utama yang hanya mencatat kenaikan harian.

 

Kripto Ikuti Koreksi di Pasar Saham

Ilustrasi harga kripto. (Foto by AI)

Hyperliquid naik sekitar 54% pada periode itu. Sementara Canton naik sekitar 12% dengan hampir semua token berkapitalisasi besar lainnya melemah.

Adapun pelemahan di pasar kripto mengikuti koreksi di pasar saham Amerika Serikat (AS), di mana saham teknologi memimpin koreksi setelah kekecewaan laba perusahaan.

Microsoft merosot lebih dari 12%, menandai penurunan harian terburuk sejak Maret 2020 dan sangat membebani sektor perangkat lunak secara keseluruhan.

Di sisi lain, logam mulia telah melonjak ke rekor tertinggi berturut-turut dalam beberapa minggu terakhir, juga berbalik arah melemah. Harga emas turun dari USD 5.500 menjadi USD 5.150 pada awal sesi perdagangan sebelum pulih ke USD 5.300.

 

Sentimen Harga Kripto Lainnya

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Selain itu, ancaman penutupan pemerintahan lainnya juga mengintai. Penurunan harga kripto juga terjadi saat investor bersiap hadapi risiko politik di AS.

Menurut CNBC, para anggota parlemen gagal memajukan pemungutan suara prosedural pada paket pendanaan pemerintah pada hari Kamis, sehingga meningkatkan kemungkinan penutupan pemerintahan AS lainnya jika undang-undang tersebut tidak disahkan sebelum akhir pekan.

Penutupan serupa pada awal Oktober berlangsung selama 43 hari, berlanjut hingga November, dan bertepatan dengan penurunan harga bitcoin sekitar 15%. Pergerakan yang sebanding dari level saat ini akan menempatkan bitcoin sedikit di atas USD 70.000.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya