Bondowoso Kekeringan Meski Hujan Tinggi, Ini Penyebabnya

Kekeringan yang melanda Desa Klekean, Kabupaten Bondowoso berdampak pada ratusan warga dan aktivitas pertanian.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 29 Januari 2026, 13:51 WIB
BPBD Kabupaten Bondowoso bersama pemerintah daerah setempat melakukan pendistribusian air bersih ke Desa Klekean akibat kekeringan di sana. (Foto: BNPB).

Liputan6.com, Jawa Timur Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso mengalami kekeringan meski intensitas hujan masih tinggi di wilayah lain.

"Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga lahan persawahan tidak memperoleh pasokan air yang memadai dan mengakibatkan tanah mengering," kata dia dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Abdul mengungkapkan, kekeringan tersebut berdampak pada 149 Kepala Keluarga (KK).

"Sebagai langkah respons cepat, BPBD Kabupaten Bondowoso bersama pemerintah daerah setempat telah melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak," ungkap dia.

Tak hanya kekeringan, BNPB, masih kata dia, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim hujan.

"Serta kemungkinan terjadinya bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu,"  jelas Abdul.

Abdul juga mengimbau agar di masa seperti ini, masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan.

"Dan senantiasa memantau informasi resmi dari sumber terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG," jelas dia.

 

 

 

 

Cuaca di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada periode 27-29 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Bengkulu, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Awas (Hujan sangat lebat – hujan ekstrem): Jawa Barat.

Angin Kencang: Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya