Purbaya Kasih Bocoran Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum ada permintaan resmi dari Istana untuk memberikan asesmen terhadap calon Wamenkeu baru.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 28 Januari 2026, 19:15 WIB
Sebelumnya, sampai 31 Agustus 2025, APBN mengalami defisit Rp 321,6 triliun. Realisasi itu setara dengan 1,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait dinamika penunjukan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang belakangan menjadi perhatian publik.

Ia menegaskan hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) untuk memberikan asesmen terhadap nama calon yang beredar.

“Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu,” kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Purbaya menyebut dirinya belum diminta memberikan penilaian terhadap Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, yang disebut-sebut sebagai kandidat Wamenkeu. Menurutnya, seluruh proses masih bersifat cair dan belum final.

“Tapi katanya sih masih fluid ya Saya belum boleh bilang Juda Agung calon Wamenkeu katanya tunggu pernyataan bapak presiden,” tegas Purbaya.

 

Nama Juda Agung Menguat, Namun Belum Resmi

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung memprediksi pertumbuhan ekonomi syariah tahun 2024 akan mencapai 4,7-5,5 persen. (dok: Tira)

Ia juga mengakui dalam dinamika politik, perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu. Meski saat ini yang ia dengar hanya satu nama, tidak menutup kemungkinan adanya perkembangan baru.

“Sepengetahuan yang saya dengar satu, tapi biasa kalau politik kan suka berubah-ubah,” ujarnya.

Terkait jumlah Wakil Menteri Keuangan, Purbaya menyampaikan bahwa secara realistis posisi tersebut akan diisi maksimal dua orang. Ia menepis kemungkinan adanya lebih banyak kandidat yang menemui dirinya.

“Enggak ada,” jawab Purbaya singkat saat ditanya apakah ada kandidat lain selain Juda Agung yang menemui dirinya.

 

2 Wamenkeu Cukup

Menurutnya dengan komposisi tersebut, Purbaya menilai dua Wamenkeu sudah cukup untuk mendukung kinerja Kementerian Keuangan. Ia menyebut jumlah itu sebagai batas maksimal yang ideal dalam struktur saat ini.

“Cukup dua maksimal,” imbuhnya.

Diketahui, Menkeu Purbaya sebelumnya memiliki 3 Wamenkeu. Pertama, Suahasil Nazara. Kedua, Anggito Abimanyu yang sekarang menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lalu, ada Thomas Djiwandono yang sekarang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya