Akses Terputus Pascabanjir, TNI AD Dirikan Jembatan Modular Penghubung 3 Kecamatan di Aceh Utara

Prajurit TNI Angkatan Darat membangun jembatan modular untuk memulihkan akses warga dan distribusi logistik di tiga kecamatan terdampak banjir di Aceh Utara.

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 28 Januari 2026, 17:45 WIB
Jembatan Gantung Tak Lama Lagi Menyambungkan Kembali Desa Terisolasi di Aceh

Liputan6.com, Jakarta - Prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina membangun jembatan modular yang menghubungkan tiga kecamatan di Aceh Utara yaitu Langkahan, Baktiya dan Cot Girek, guna mengatasi akses warga dan distribusi logistik yang terhambat di wilayah tersebut.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Danyonzipur 5/ABW) Kodam V/Brawijaya yang juga Komandan Satgas SSY Yonzipur 5 di sektor Aceh Utara, Letkol Czi Wahyu Wuhono  menyampaikan bahwa pilihan menggunakan jembatan garuda buatan dalam negeri didasarkan pada kemampuan sistem bongkar pasang yang cepat dan adaptif terhadap kondisi medan lapangan.

"Kalau ini jembatan garuda yang akan kita pasang ini bentangannya sekitar 30 sampai dengan 32 meter," kata Letkol Wahyu, dilansir dari Antara, Rabu (28/01/2026).

Di kawasan Jambo Aye, jembatan garuda dengan bentangan puluhan meter dipasang menghubungkan antarkecamatan, menjadi urat nadi mobilitas masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir terhambat akibat rusaknya jembatan pascabencana banjir.

Letkol Wahyu menerangkan bahwa target keseluruhan program ini mencapai hingga 300 unit jembatan di Aceh yang terdiri atas berbagai jenis termasuk Bailey, Aramco, dan gantung sesuai dengan kebutuhan lapangan dan tingkat kedaruratan wilayah terdampak.

Jembatan Modular Jadi Solusi Sementara Pemulihan Akses Wilayah

Material Sudah Siap, Jembatan Bailey Bakal Buka Akses Jalan-jalan Utama di Aceh

Hingga saat ini, 24 jembatan sudah berhasil dipasang, termasuk di wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara. Sementara pembangunan lanjutan dilakukan secara bertahap agar konektivitas desa, kebun, dan pusat ekonomi segera pulih dengan melibatkan puluhan personel terlatih, dukungan alat berat, dan kerja tanpa heti bahkan hingga malam hari agar penyelesaian lebih cepat dibanding standar normal.

Menurut Letkol Wahyu, meskipun bersifat sementara jembatan modular ini tetap bisa bertahan dalam jangka waktu lama biila dirawat dengan baik sambil menunggu pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.

Sementara, Keuchik (sebutan Kepala Desa) Matang Serdang, kecamatan Tanah Jambo Aye, Abdul Mutaleb menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas pembangunan infrastruktur ini sekaligus bisa memulihkan akses ekonomi warga desa itu dan sekitarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar warga Desa Matang Serdang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan sawit dan pertanian, sehingga putusnya jembatan memaksa warga melakukan perjalanan memutar hingga 30 kilometer hanya untuk mengangkut hasil kebun

Dampak Banjir Meluas ke Lingkungan Pendidikan dan Permukiman Warga

Warga yang menjadi korban banjir bandang di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara menggunakan kayu gelondongan untuk menyeberangi sungai, Selasa 2 Desember 2025. Warga Batang Toru, Tapanuli Selatan, terpaksa menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari gelondongan kayu untuk menyeberangi sungai setelah jembatan utama rusak akibat terjangan banjir bandang baru-baru ini. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Putusnya akses jembatan juga berdampak pada aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 19 di daerah tersebut karena keselamatan siswa menjadi prioritas utama sementara jalur darurat belum memadai.

Abdul memberikan gambaran tentang dampak bencana di wilayah itu, dengan jumlah 679 kepala keluarga (KK) dengan 3.750 jiwa terdampak, termasuk 144 rumah hilang total dan 339 rumah rusak berat.

Bahkan ia mengaku jika rumahnya sendiri mengalami kerusakan sampai hampir 90 persen, namun situasi ini tidak mengurangi semangatnya untuk menguatkan warga serta mendorong dukungan agar desanya yang terpencil mendapatkan perhatian lebih terutama menjelang bulan suci Ramadhan 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya