Liputan6.com, Quito - Pemerintah Ekuador pada Selasa (27/1/2026) mengecam apa yang mereka sebut sebagai upaya masuk secara paksa oleh agen imigrasi Amerika Serikat (AS) ke kantor konsulat Ekuador di Kota Minneapolis.
Pemerintahan Presiden Daniel Noboa, yang dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Washington di Amerika Latin, telah mengirimkan surat protes resmi kepada Kedutaan Besar AS di Quito terkait insiden tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Ekuador seperti dikutip dari laporan CNA.
Advertisement
Menurut nota protes tersebut, seorang agen dari Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) berusaha memasuki gedung konsulat Ekuador. Namun, upaya itu digagalkan oleh staf konsulat demi melindungi warga negara Ekuador yang berada di dalam misi diplomatik tersebut.
Minneapolis, yang terletak di Negara Bagian Minnesota, kini menjadi pusat ketegangan nasional terkait operasi penegakan imigrasi federal yang intensif di kota itu, yang telah memicu protes luas setelah beberapa insiden fatal melibatkan agen imigrasi AS. Ketegangan meningkat setelah agen ICE menembak mati dua orang demonstran dalam bulan ini.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang staf konsulat berlari ke pintu untuk menghalangi agen ICE masuk. Dalam rekaman tersebut, staf konsulat terdengar mengatakan, "Ini adalah Konsulat Ekuador. Anda tidak diizinkan masuk."
Kemudian petugas ICE terdengar membalas dengan ancaman akan "menangkap" staf tersebut jika ia menyentuh agen tersebut, sebelum akhirnya petugas itu setuju untuk pergi meninggalkan lokasi.
"Pejabat konsulat segera mencegah petugas ICE memasuki gedung konsulat, sehingga memastikan perlindungan terhadap warga Ekuador yang hadir saat itu serta mengaktifkan protokol darurat yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri dan Mobilitas Manusia," tulis Kementerian Luar Negeri Ekuador melalui akun di platform media sosial X.
Menurut hukum internasional, aparat penegak hukum dilarang memasuki wilayah konsulat atau kedutaan asing tanpa izin. Pengecualian hanya dapat terjadi dalam keadaan darurat yang mengancam nyawa, seperti kebakaran.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Ekuador menuntut agar tindakan-tindakan semacam ini tidak terulang kembali di kantor perwakilan Ekuador mana pun di AS.
Pekan lalu, sebuah foto viral memperlihatkan seorang anak laki-laki warga Ekuador berusia lima tahun yang tampak ketakutan saat digiring oleh seorang agen imigrasi. Dalam foto tersebut, agen itu terlihat memegang tas punggung Spiderman milik sang anak. Gambar itu kemudian memicu gelombang protes di berbagai tempat.