Saham BUMI Masuk IDX30, Ini Daftar Lengkapnya

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dari IDX30.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Januari 2026, 13:18 WIB
Berikut konstituen terbaru indeks IDX30 yang efektif pada 2 Februari-30 April 2026. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak konstituen yang masuk indeks IDX30 yang berlaku efektif pada 2 Februari 2026 hingga 30 April 2026. Dari susunan saham di IDX30 terbaru ada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Mengutip laman BEI, Selasa (27/1/2026), BEI memasukkan saham BUMI di indeks IDX30. Sementara itu, BEI mengeluarkan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Berikut 30 saham yang masuk IDX30 antara lain:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

2.PT Alamtri Resources Minerals Tbk (ADRO)

3.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

4.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

5.PT Astra International Tbk (ASII)

6.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

7.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

8.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

9.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

10.PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

11.PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

12.PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

13.PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

14.PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

15.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

16.PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

17.PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

18.PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP)

19.PT Indosat Tbk (ISAT)

20.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA)

21.PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

22.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

23.PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

24.PT Medco Energi International Tbk (MEDC)

25.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

26.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

27.PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

28.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

29.PT United Tractors Tbk (UNTR)

30.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Penutupan IHSG pada 26 Januari 2026

Suasana di salah satu ruangan di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada perdagangan saham Senin, (26/1/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah lonjakan sektor saham basic dan transaksi harian saham BHAT di pasar negosiasi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,27% ke posisi 8.975,33. Indeks saham LQ45 melesat 1,01% ke posisi 882,43. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada perdagangan saham Senin pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.058,04. Pada sesi kedua, IHSG sempat berbalik arah melemah. IHSG menyentuh posisi terendah di 8.923,52.

Pada awal pekan ini, sebanyak 428 saham melemah sehingga tahan kenaikan IHSG. 267 saham menguat dan 110 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 3.836.236 kali dengan volume perdagangan saham 57,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 37 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di posisi 16.759.

Transaksi Saham BHAT di Pasar Nego

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Transaksi harian saham menyampai Rp 37 triliun seiring transaksi saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) mencapai Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Di pasar negosiasi, transaksi harian saham BHAT mencapai lima klai dan ditutup naik 0,39% ke posisi Rp 1.280 per saham. Total volume perdagangan saham 12.027.750 saham.

Mayoritas sektor saham melemah kecuali sektor saham basic naik 4,45%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,41% dan sektor saham transportasi menanjak 1,67%.

Sektor saham energi merosot 2,39%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri melemah 1,92%, sektor saham consumer silikal terpangkas 1,97%. Lalu sektor saham kesehatan merosot 1,54%, sektor saham keuangan susut 0,66%, sektor saham properti terperosok 2,04%. Kemudian sektor saham teknologi melemah 0,57% dan sektor saham infrastruktur susut 0,86%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya