Liputan6.com, Manila - Sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas setelah sebuah kapal feri yang mengangkut lebih dari 350 penumpang dan awak tenggelam di perairan lepas pantai selatan Filipina.
Tim pencarian dan penyelamatan telah berhasil mengevakuasi 317 orang dari kapal MV Trisha Kerstin 3.
Advertisement
"Sedikitnya 24 orang masih dinyatakan hilang," demikian menurut keterangan Penjaga Pantai Filipina seperti dikutip dari laporan BBC.
Kapal tersebut merupakan feri yang digunakan untuk mengangkut penumpang sekaligus barang. Saat kejadian, kapal sedang dalam pelayaran dari Pulau Mindanao menuju Pulau Jolo Island. Kapal mengirimkan sinyal darurat pada hari Senin pukul 01.50 waktu setempat.
Pihak berwenang menyatakan masih menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut. Filipina, sebagai negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 7.100 pulau, memiliki sejarah panjang kecelakaan maritim yang melibatkan kapal feri antarwilayah.
Juru bicara Penjaga Pantai Filipina Noemie Cayabyab mengatakan bahwa berdasarkan keterangan sejumlah korban selamat, kondisi perairan di lokasi kejadian sedang bergelombang saat kapal feri tenggelam. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara televisi dan dikutip oleh kantor berita Agence France-Presse (AFP).
Petugas tanggap darurat Basilan, Ronalyn Perez, menuturkan kepada AFP bahwa tim penyelamat kewalahan akibat banyaknya korban yang berhasil dievakuasi. Ia menyebutkan bahwa jumlah petugas yang tersedia saat ini tidak sebanding dengan jumlah pasien yang harus ditangani.
Seorang petugas penyelamat lainnya menyampaikan bahwa kantor mereka telah menerima lebih dari 100 panggilan telepon dari anggota keluarga korban yang mencari kabar kerabat mereka.
Dalam berbagai kecelakaan feri sebelumnya di Filipina, faktor perawatan kapal yang buruk dan kelebihan muatan kerap disebut sebagai penyebab utama. Meski demikian, feri masih menjadi sarana transportasi yang banyak digunakan masyarakat Filipina karena biayanya yang relatif murah.
Sebagai catatan, pada Mei 2023, sebanyak 28 orang tewas setelah sebuah kapal feri penumpang terbakar. Korban tewas dalam peristiwa tersebut termasuk tiga anak-anak, salah satunya bayi berusia enam bulan. Setahun sebelumnya, sedikitnya tujuh orang juga dilaporkan tewas akibat kebakaran di kapal feri cepat yang mengangkut 134 penumpang.