Uji Kelayakan Deputi Gubernur Bank Indonesia: Dicky Kartikoyono Bakal Perkuat Talenta Digital

Selain menyoroti talenta digital, calon deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono juga mendorong penguatan sistem keuangan digital,

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 26 Januari 2026, 16:33 WIB
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono mengikuti uji kelayakan dan kepatutuan (fit and proper test) calin Deputi Gubernur BI di Komisi XI DPR pada Senin, (26/1/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, mendorong penguatan talenta digital dalam menjemput pertumbuhan ekonomi keuangan digital nasional. Hal itu disampaikannya dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Deputi Gubernur BI bersama Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2026).

Menurut dia, memiliki talenta digital yang memadai jadi sebuah tantangan tersendiri. Baik dari sisi pelaku industri hingga perumus kebijakan yang wajib memahami refulasi secara optimal. Sejauh ini, Bank Indonesia disebutnya telah menempa pada digital talent dari berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, industri, kementerian/lembaga, hingga pemerintah daerah (pemda).

"Kami membayangkan kalau kita bisa membangun sebuah pusat inovasi digital Indonesia, di mana digital talent tersebut kita inkubasi, kita train, kita bekali dengan kemampuan-kemampuan terkini yang jadi kolaborasi antara industri dan tentunya kementerian/lembaga, di sini kita akan mempunyai sebuah training ground yang akan bisa menjawab tantangan-tantangan tadi," bebernya. 

Dicky lantas mencontohkan Bank Indonesia yang sudah menyelenggarakan Hackathon, kompetisi yang mengasah digital talent dengan kasus penggunaan (use case) hingga model (prototipe) sesuai arahan bank sentral. 

"Setelah mereka men-submit prototype mereka, kita train mereka dengan basic training, dari intermediate hingga advance. Di sini kita akan menjadi sebuah platform digital yang memahami end to end dari keseluruhan industri," ujar dia. 

"Use case di digital ini akan terus bergerak. Para digital talent ini tentu harus learning by doing. Mereka diinkubasi oleh sebuah use case yang real yang dibutuhkan industri, kementerian/lembaga, hingga tentunya berbagai dunia usaha yang membutuhkan digitalisasi. Implikasinya tentunya pertumbuhan ekonomi kita akan terdorong secara optimal," urainya. 

Dorong Penguatan Digital

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Adapun dalam uji kelayakan tersebut, Dicky Kartikoyono secara umum mendorong penguatan sistem keuangan digital dalam visi misinya untuk menjadi calon pejabat baru BI. 

Dicky membawa visi misi bertajuk; sejarah digital untuk Indonesia Emas yang kami kontribusikan untuk menuju Asta Cita pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia lantas mengibaratkan ekonomi nasional selayaknya rumah besar. Sehingga harus memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

"Kalau rumah besar, tentu fondasinya harus kuat. Fondasi itu adalah stabilitas, kita harus jaga stabilitasnya. Kemudian kita bangun dengan pilar-pilar ketahanan yang kuat, untuk memberikan daya tahan terhadap berbagai upaya kita untuk menumbuhkan ekonomi," ujarnya. 

Keuangan Digital Nasional Tumbuh Pesat

Karyawan BI melakukan transaksi menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di kantor BI, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). QRIS merupakan transformasi digital pada Sistem Pembayaran Indonesia sangat membantu percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. (Liputan6.com/HO/Rizal)

Dalam kurang lebih 9 tahun terakhir, ia menyebut ekonomi keuangan digital nasional tumbuh sangat pesat. Mulai dari Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang semakin banyak digunakan sejak peluncuran pada 2019, hingga infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional BI-Fast yang memfasilitasi transaksi hingga Rp 1,6 kuadriliun. 

"Dalam konsepsi, kalau quantity of money cukup, naik, dan kemudian channel-nya lancar, velositasnya akan tumbuh. Kalau money-nya cukup lancar beredar, tinggal bagaimana kita mendorong pendapatan masyarakat. Ujungnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya