Angin Kencang Terjang Kota Sukabumi, Atap Rumah Warga Berterbangan

Yoseph menyatakan, tim reaksi cepat telah disebar ke berbagai titik untuk melakukan asesmen kerusakan, dan melakukan koordinasi lintas sektor terus dilakukan demi mempercepat penanganan di lapangan

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 25 Januari 2026, 18:14 WIB
Sejumlah bangunan di Kota Sukabumi rusak diterjang hujan deras disertai angin kencang, pada Minggu (25/1/2026). (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca buruk berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Sukabumi pada Minggu siang (25/01/2026). Insiden ini mengakibatkan belasan atap rumah warga berterbangan tersapu angin dan satu bangunan pesantren dilaporkan ambruk di wilayah Kecamatan Warudoyong.

Peristiwa yang terjadi secara mendadak tersebut sempat memicu kepanikan warga di pemukiman padat penduduk.

Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa kencangnya laju angin membuat material atap rumah, khususnya yang berbahan baja ringan dan seng, terlepas dan melayang hingga jatuh ke area jalanan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi langsung bergerak cepat ke lokasi-lokasi terdampak begitu laporan masuk.

“Berdasarkan update data laporan kejadian yang kami terima hingga sore ini pukul 14.17 WIB, tercatat sedikitnya ada sembilan titik bencana,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin.

Prioritas utama petugas adalah mengevakuasi puing-puing bangunan serta memastikan tidak ada penghuni rumah yang terjebak di bawah reruntuhan material.

Yoseph menyatakan, tim reaksi cepat telah disebar ke berbagai titik untuk melakukan asesmen kerusakan, dan melakukan koordinasi lintas sektor terus dilakukan demi mempercepat penanganan di lapangan.

"Belasan atap rumah warga dilaporkan berterbangan, dan yang cukup parah adalah bangunan pesantren yang ambruk di wilayah Kecamatan Warudoyong," terang Yoseph.

 

Sebaran Wilayah Terdampak

Sejumlah bangunan di Kota Sukabumi rusak diterjang hujan deras disertai angin kencang, pada Minggu (25/1/2026). (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Data BPBD mencatat bahwa kerusakan bangunan pesantren tersebut terjadi tepatnya di Kampung Salaeurih, Kelurahan Dayeuh Luhur.

“Bangunan Pesantren JMT tersebut tidak kuat menahan terpaan angin kencang hingga mengalami kerusakan struktural yang cukup berat pada bagian atap dan dindingnya,” jelasnya.

Sementara itu, kerusakan atap rumah warga tersebar luas di wilayah Kecamatan Lembursitu. Lokasi yang terdampak meliputi pemukiman di Kampung Selakaso, Kampung Loa Copong, wilayah Nanggerang, Kampung Kadulawang, hingga wilayah Cicadas Hilir yang semuanya mencatat kerusakan pada bagian atap.

Selain dampak pada bangunan, cuaca buruk ini juga memicu kejadian pohon tumbang di Kelurahan Sindangsari, tepatnya di lingkungan RT 06 RW 01.

“Batang pohon yang roboh sempat menutupi sebagian akses jalan warga sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas dan relawan setempat,” ujarnya.

 

Kerugian Masih Didata

Sejumlah bangunan di Kota Sukabumi rusak diterjang hujan deras disertai angin kencang, pada Minggu (25/1/2026). (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Yoseph Sabaruddin menambahkan, titik lain yang turut melaporkan kerusakan atap terbawa angin berada di Jalan Gunung Karang (Kelurahan Limusnunggal), Gang Berdikari (Kelurahan Benteng), serta wilayah RW 01 Kelurahan Lembursitu.

“Pendataan kerugian materiil hingga kini masih terus berjalan secara intensif,” tambahnya.

Lebih lanjut, BPBD Kota Sukabumi mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin.

Warga diminta segera melapor ke pihak kelurahan atau BPBD jika ditemukan pohon atau bangunan yang kondisinya sudah tidak stabil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya