Liputan6.com, Jakarta - Rencana penerapan tarif baru oleh Presiden Trump yang berkaitan dengan Greenland memicu kekhawatiran pelaku pasar dan memberikan tekanan signifikan terhadap sektor aset kripto.
Wacana tarif tersebut kembali meningkatkan volatilitas pasar kripto, mendorong pergerakan harga yang fluktuatif serta menimbulkan kecemasan di kalangan investor.
Advertisement
Respons Pasar Kripto
Pasar kripto tengah menghadapi tekanan seiring ancaman tarif Presiden Trump yang melibatkan Greenland. Bitcoin dan Ethereum bergerak tidak stabil karena pelaku pasar menimbang potensi dampak ekonomi yang lebih luas. Investor juga mencermati kemungkinan eskalasi ketegangan geopolitik.
Presiden Trump mengaitkan negosiasi pembelian Greenland dengan kebijakan tarif terhadap Uni Eropa, yang berpotensi dimulai sebesar 10% pada Februari. Sejumlah tokoh politik utama Uni Eropa menyatakan enggan membahas isu perdagangan dalam situasi tersebut.
Dampak Langsung ke Pasar
Pengumuman tarif Trump berdampak langsung pada penurunan harga Bitcoin. Pasar keuangan merespons cepat, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi dan potensi hambatan perdagangan. Kepala Investasi di Hilbert Group, Russell Thompson menyatakan ancaman ini juga berdampak pada kontrak berjangka Bitcoin.
"Ancaman Presiden Trump untuk mengenakan tarif pada Eropa telah menekan Bitcoin. Potensi dampaknya juga terlihat pada kontrak berjangka BTC-USDT,” tuturnya, dilansir dari Coinmarketcap, Jumat (23/1/2026).
Ancaman tarif ini turut memperparah volatilitas keuangan global, memengaruhi sentimen pasar serta tingkat kepercayaan investor. Kekhawatiran pun meningkat terkait implikasi politik yang dapat memengaruhi hubungan perdagangan internasional.
Pergerakan Harga dan Implikasi Jangka Panjang
Sejumlah laporan menunjukkan respons pasar yang beragam, dengan Bitcoin bergerak di kisaran USD 92.400 hingga USD 95.000, sementara harga Ethereum turut menyesuaikan.
Pelaku pasar tetap bersikap waspada terhadap dampak jangka panjang kebijakan tarif tersebut terhadap valuasi aset kripto. Secara historis, ketegangan geopolitik serupa kerap memicu peningkatan volatilitas, yang berdampak luas pada aset berisiko di pasar keuangan global, baik tradisional maupun digital.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.