Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menjamin Indonesia sebagai negara dengan kepastian hukum untuk investasi. Hal itu dibuktikan dengan kebijakan pemerintah yang telah berhasil menutup jutaan perkebunan dan tambang ilegal di Tanah Air.
Hal itu ia tekankan langsung kepada para investor global yang berkumpul dalam World Economic Forum (WEF) Davos di Swiss, Kamis (22/1/2026).
Advertisement
Prabowo menekankan, tidak ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Di bawah kepemimpinannya, ia bertekad untuk memastikan supremasi hukum di atas kepentingan pribadi.
"Pada tahun 2025, Indonesia menghadapi korupsi dengan tegas dan terbuka. Kami mengungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah," kata Prabowo.
RI 1 mencontohkan, Indonesia sukses menghentikan 4 juta ha perkebunan dan tambang ilegal. Dari jumlah tersebut, Pemerintah RI tengah melakukan proses pemulihan 688 ribu ha agar menjadi hutan hujan asli.
"Kami menyita empat juta hektar perkebunan dan tambang ilegal. Empat juta hektar setara dengan luas 54 kalinya Singapura," ucap dia.
Bukan Hal Mudah
Hanya saja, ia menegaskan kebijakan itu bukanlah hal yang mudah. Lantaran keputusan itu seolah tidak ramah bagi kepentingan segelintir kelompok yang menguasai perekonomian nasional.
"Namun, upaya kita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang adil membutuhkan supremasi hukum. Dan menegakkan supremasi hukum membutuhkan tekad dan kemauan politik yang kuat," tegasnya.
Sita 1 Juta Konsesi Penebangan Kayu
Prabowo mengumumkan, sehari lalu pemerintahannya telah menyita 1,01 juta ha konsesi penebangan kayu ilegal, yang turut berkontribusi memperburuk dampak banjir yang terjadi di Sumatera.
"Dikombinasikan dengan 4 juta hektar perkebunan ilegal yang telah disita, kami sebenarnya telah melakukan upaya penegakan hukum hutan yang paling berani dan paling menantang dalam sejarah Indonesia, dan mungkin juga di dunia," ungkapnya.
Pemerintah RI disebutnya juga telah menutup 1.000 tambang ilegal. "Staf saya melaporkan kepada saya bahwa 164 perusahaan mungkin telah melanggar hukum. Oleh karena itu kami mungkin masih akan menutup beberapa ribu tambang ilegal lagi," tandasnya.
Prabowo Terbang ke Swiss Usai Lawatan di London
Sebelumnya, Prabowo melawat ke Swiss usai mengakhiri kunjungan ke London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Pantauan Jurnalis Liputan6.com, Lizsa Egeham dari London, Prabowo bertolak ke Swiss dari Bandar Udara London Stansted sekitar pukul 15.20 waktu setempat, dengan menggunakan pesawat kepresidenan. Prabowo didampingi putranya, Didit Hediprasetyo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Keberangkatan Ketua Umum Partai Gerindra ini dilepas oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey dan Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya. Prabowo sempat menyalami para pejabat sebelum memasuki pesawat.
Selama di London, Prabowo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London, pada Selasa (20/1/2026). Keduanya menanandatangani nota kesepahaman (MoU) pembangunan kapal penangkap ikan.
MoU ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor perikanan dan mengelola kekayaan laut Indonesia. Prabowo mengatakan Inggris mendukung rencana pemerintah Indonesia dalam proyek pembangunan 1.500 kapal ikan untuk para nelayan.
"Di bidang maritim, mereka akan dukung rencana kita membangun pertama 1.500 kapal ikan," kata Prabowo kepada wartawan di Lancaster House, London, Inggris, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, Prabowo bertemu bertemu dengan Russell Group, sebuah jaringan dari 24 universitas terbaik di Inggris Raya. Pertemuan digelar di Lancaster House. Dia mengajak sejumlah universitas ternama Inggris untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan salah satunya, dengan mendirikan universitas baru di Indonesia.
Pembangunan 10 Universitas Baru
Prabowo menyampaikan rencananya membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi. Dia pun mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Prabowo ingin pendidikan di Indonesia dapat sederajat dengan kampus-kampus terbaik dunia.
"Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi," tuturnya.
"Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia," sambung Prabowo.
Selanjutnya, Prabowo melakukan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III di Lancaster House, London, Inggris pada Rabu (21/1/2026). Pertemuan berlangsung secara hangat dan akrab. Keduanya membahas program-program konservasi. Termasuk mengenai konservasi gajah yang menjadi perhatian bersama Raja Charles III dan Presiden Prabowo.