162 Huntara di Pidie Jaya Aceh Siap Dihuni

Manajemen Brantas Abipraya mengatakan hunian sementara juga menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi warga.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 21 Januari 2026, 18:00 WIB
PT Brantas Abipraya (Persero) telah merampungkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Foto: Brantas Abipraya)

Liputan6.com, Jakarta - PT Brantas Abipraya (Persero) telah merampungkan pembangunan 162 unit Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Seluruhnya sudah siap dihuni oleh para korban terdampak bencana Sumatera di Aceh.

Direktur Operasi I Brantas Abipraya, Muhammad Toha Fauzi menyampaikan pembangunan Huntara dipastikan menjadi tinggal yang aman, dan layak bagi warga terdampak. 

"Kami berupaya agar Huntara ini tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang yang aman dan nyaman bagi warga untuk kembali menata kehidupan pascabencana," ujar Toha dalam keterangan resmi, Rabu (21/1/2026).

Dia menuturkan, Huntara ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai guna menunjang kebutuhan dasar dan aktivitas sehari-hari masyarakat selama masa pemulihan. 

Tak hanya menyediakan hunian, kawasan Huntara di Pidie Jaya juga dilengkapi dengan taman bermain dan lapangan terbuka ramah anak. Tujuannya jadi ruang aman bagi anak-anak untuk beraktivitas, berinteraksi, serta menumbuhkan kembali rasa nyaman dan keceriaan pascabencana.

"Ke depan, Brantas Abipraya akan memperkuat komitmen untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Listrik Gratis 6 Bulan

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengratiskan biaya token listrik penghuni Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Danantara. Penghuni di 600 unit Huntara dibebaskan dari biaya listrik selama 6 bulan.

Langkah tersebut diambil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah Aceh Tamiang, Aceh.

"Selama 6 bulan listrik di Huntara kami gratiskan dan juga pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggungjawabnya PLN," ungkap Darmawan dalam Rapat Dengar Pandapat dengan Komisi VI DPR, Rabu pekan ini.

Fasilitas Lain

PLN juga memberikan dukungan berupa paket pemasangan baru (multiguna) secara gratis. Lalu, ada penerangan jalan umum (PJU) dan fasilitas umum di kawasan Hunian Danantara.

"Kami juga menyediakan penerangan jalan umum PJU dan fasilitas umum kemudian paket pasang baru multiguna yang gratis dan token gratis selama enam bulan," ujarnya.

Hunian Danantara dibangun sebanyak 600 unit oleh BUMN Karya di berbagai titik. Hutama Karya, PTPP, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, hingga Brantas Abipraya turut terlibat dalam membangun hunian tersebut.

 

600 Unit Huntara

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui kolaborasi BUMN Karya menyerahkan 600 unit rumah hunian Danantara (huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Sebagai penanda bahwa kawasan hunian tersebut siap dimanfaatkan melalui mekanisme pengelolaan pemerintah daerah.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas menyampaikan, penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara untuk menghadirkan hunian sementara yang layak, aman, dan mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana Sumatera.

 "Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari," jelasnya, Jumat (9/1/2026).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya