Liputan6.com, Jakarta - Dunlop resmi memperkenalkan ban touring generasi terbarunya, Blue Response TG, pada Rabu (21/1/2026) di Meikarta Speedway, Cikarang, Bekasi. Produk ini diposisikan sebagai penerus langsung dari SP Sport LM705, yang selama ini dikenal sebagai ban touring nyaman dan senyap.
Hadir sebagai ban anyar, Dunlop Blue Response TG membawa sejumlah pembaruan signifikan, baik dari sisi desain tapak maupun teknologi material. Fokus utama pengembangannya diarahkan pada peningkatan kenyamanan berkendara, stabilitas, serta respons handling yang lebih optimal untuk penggunaan harian.
Advertisement
Peluncuran ban ini sekaligus menjadi jawaban Dunlop terhadap kebutuhan pasar otomotif yang terus berkembang. Seiring meningkatnya populasi kendaraan modern, termasuk mobil hybrid dan listrik, karakter ban pun dituntut untuk beradaptasi.
Kendaraan elektrifikasi umumnya memiliki torsi instan dan bobot yang lebih berat. Kondisi tersebut membutuhkan ban dengan tingkat kestabilan serta daya cengkeram yang lebih baik, tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesenyapan.
Dunlop Blue Response TG pun dikembangkan sebagai ban touring generasi baru yang mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut. Penyempurnaan menyeluruh dilakukan untuk menyesuaikan karakter ban dengan tuntutan mobil masa kini.
Product Development and Technical Service General Manager Dunlop, Yukishi Yoshida, menjelaskan bahwa peningkatan performa pada Blue Response TG merupakan hasil pengembangan teknologi terbaru yang diterapkan secara menyeluruh.
“Kami menggunakan Blue Response TG sebagai ban global yang berperforma individual dengan proyeksi ke depan dapat digunakan sebagai ban OE atau Original Equipment. Nama Blue Response TG mencerminkan keunggulan kreatif ini, yaitu kelincahan dan kebutuhan,” ujar Yoshida.
Penerapan Nano Black Technology
Ia menegaskan, Blue Response TG tidak hanya ditujukan untuk kendaraan konvensional, tetapi juga sudah kompatibel dengan mobil hybrid dan kendaraan listrik.
“Blue Response TG dikembangkan sebagai ban touring generasi baru yang memberikan keseimbangan antara kenyamanan, stabilitas, dan handling. Fokus kami adalah menciptakan pengalaman berkendara yang lebih halus tanpa mengurangi rasa aman saat bermanuver,” tambahnya.
Salah satu pembaruan utama pada Dunlop Blue Response TG adalah penerapan Nano Black Technology.
Teknologi ini membuat tampilan sidewall ban terlihat lebih gelap dan premium. Tidak sekadar estetika, teknologi tersebut juga mencerminkan kualitas material yang digunakan.
Selain itu, Dunlop mengoptimalkan desain shoulder serta pola tapak untuk meningkatkan area kontak ban dengan permukaan jalan.
Penyempurnaan ini bertujuan meningkatkan kestabilan, terutama saat melaju pada kecepatan tinggi maupun ketika berpindah jalur.
“Kami meningkatkan desain shoulder dan pola tapak agar ban memiliki kontak yang lebih optimal dengan jalan. Hasilnya adalah handling yang lebih presisi, namun tetap mempertahankan karakter nyaman khas ban touring,” jelas Yoshida.
Handling Lebih Presisi
Karakter tersebut turut dirasakan langsung oleh pembalap nasional sekaligus pengamat otomotif, Fitra Eri, yang telah menjajal Dunlop Blue Response TG dalam pengujian berkendara.
Menurutnya, peningkatan handling terasa cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, tanpa mengorbankan kenyamanan.
“Yang paling terasa adalah handling-nya lebih solid, tapi bantingannya tetap nyaman. Saat bermanuver atau berpindah jalur, setir terasa lebih presisi tanpa membuat mobil terasa kaku,” kata Fitra.
Ia menilai karakter ini sangat relevan untuk pengguna mobil harian, khususnya di kondisi jalan Indonesia.
“Untuk penggunaan sehari-hari, ban ini terasa pas karena tetap senyap, stabil, dan memberi rasa aman saat berkendara,” pungkasnya.