AS Kerahkan Pesawat ke Pangkalan Pituffik Greenland di Tengah Ketegangan Politik

Seperti apa respons Denmark dan Greenland atas tindakan AS?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 20 Januari 2026, 13:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Roosevelt Room, Gedung Putih, Rabu (10/12/2025). (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington D.C - Militer Amerika Serikat mengerahkan pesawat ke Pangkalan Antariksa Pituffik di Greenland, di tengah meningkatnya ketegangan terkait ambisi Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi wilayah otonom milik Denmark tersebut.

Informasi itu disampaikan Komando Pertahanan Antariksa Amerika Utara (NORAD), dikutip dari laman TRT World, Selasa (20/1/2026).

“Pesawat Komando Pertahanan Antariksa Amerika Utara akan segera tiba di Pangkalan Antariksa Pituffik, Greenland,” tulis NORAD dalam unggahan di platform X.

NORAD menegaskan, pengerahan tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang telah lama direncanakan dan dilaksanakan dalam kerangka kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat, Kanada, dan Denmark. Operasi ini, menurut NORAD, telah dikoordinasikan dengan pemerintah Denmark dan dilakukan dengan izin diplomatik yang diperlukan.

Pemerintah Greenland juga telah diberi pemberitahuan terkait operasi tersebut. Pesawat-pesawat yang dikerahkan akan mendukung operasi rutin pertahanan terdistribusi guna menjaga keamanan kawasan Amerika Utara.

Pangkalan Antariksa Pituffik—sebelumnya dikenal sebagai Pangkalan Angkatan Udara Thule—merupakan instalasi militer strategis Amerika Serikat di barat laut Greenland. Pangkalan ini berfungsi sebagai pusat komunikasi dan mengoperasikan sistem peringatan dini rudal, yang menjadi bagian penting dari arsitektur pertahanan AS di kawasan Arktik.

Greenland, wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, kembali menjadi sorotan setelah Presiden Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk “mendapatkan” pulau tersebut.

Ketertarikan itu didorong oleh posisi strategis Greenland di Arktik, potensi sumber daya mineral, serta meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap aktivitas Rusia dan Tiongkok di kawasan tersebut.

Namun, Denmark dan Greenland secara tegas menolak setiap proposal yang menyangkut pemindahan kedaulatan wilayah. Kedua pihak kembali menegaskan bahwa Greenland tetap berada di bawah kedaulatan Denmark dan tidak untuk diperjualbelikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya