Pramono Akui Transportasi Jakarta Terkoneksi 92 Persen, Tapi Banyak Warga Belum Gunakan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai tingginya tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta belum sebanding dengan tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 20 Januari 2026, 11:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat groundbreaking Entrance Stasiun MRT Harmoni di Komplek Pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). (Foto: Liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui sistem transportasi publik di Jakarta secara jaringan telah terkoneksi hingga 92 persen. Namun, masih banyak warga belum memanfaatkannya.

"Konektivitas transportasi di Jakarta itu hampir 92 persen, tetapi pemanfaatannya belum maksimum," kata dia saat groundbreaking Entrance Stasiun MRT Harmoni di Komplek Pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Pramono menilai, kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara ketersediaan infrastruktur transportasi publik dan tingkat penggunaannya di lapangan.

Padahal, berbagai moda transportasi seperti MRT, Transjakarta, hingga layanan Transjabodetabek sudah banyak yang telah terhubung satu sama lain.

"Maka untuk itu saya sudah sampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Perhubungan, untuk Trans-Jabodetabek kita akan buka rute-rute baru," ungkap Pramono.

Pramono mengungkapkan, salah satu rute yang tengah diusulkan oleh Pemprov DKI Jakarta saat ini adalah layanan Transjabodetabek dari bandara menuju Blok M.

Menurut dia, rute tersebut memiliki prospek tinggi, mengingat besarnya animo masyarakat pada rute-rute sejenis yang telah beroperasi.

“Tadi saya habis berbisik-bisik dengan Pak Dirjen, mudah-mudahan disetujui untuk dari Bandara ke Blok M,” kata Pramono.

Dia meyakini, apabila rute tersebut disetujui dan dioperasikan, tingkat keterisian penumpang akan tinggi dan mampu meningkatkan pemanfaatan transportasi publik secara keseluruhan.

"Saya yakin pasti dari bandara ke Blok M akan rame sekali," jelas Pramono.

Pembangunan Entrance Stasiun MRT Harmoni Dimulai

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi memulai peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A. Groundbreaking tersebut menandai dimulainya pembangunan salah satu simpul transportasi massal strategis yang akan menghubungkan kawasan pusat pemerintahan hingga Kota Tua.

“Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 pembangunan Entrance Station Harmoni MRT Jakarta Fase 2A secara resmi saya nyatakan dimulai,” kata Pramono di Komplek Pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Pramono meyakini Stasiun Harmoni akan menjadi kawasan transit oriented development (TOD) yang sangat strategis. Sebab, kawasan tersebut dikelilingi kantor-kantor pemerintahan dan merupakan kawasan bisnis lama Jakarta yang diyakini akan kembali ramai seiring beroperasinya MRT.

“Saya meyakini kalau di tahun 2029 TOD Harmoni ini sudah jadi, maka ini akan menjadi TOD yang sangat strategis,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Stasiun Harmoni akan menjadi titik integrasi antara MRT Jakarta dan Transjakarta. Menurut Pramono, MRT Jakarta ditargetkan beroperasi hingga Stasiun Monas pada 2027, lalu berlanjut sampai Kota Tua pada 2029.

“MRT akan menyelesaikan sampai dengan tahun 2027 sampai dengan Monas. Setelah Bundaran HI ada tujuh stasiun berhenti, mulai dari Thamrin, Monas, kemudian Harmoni ini, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota Tua,” jelasnya.

Target 2029

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, Tuhiyat menyampaikan pembangunan MRT Fase 2 merupakan tahapan penting dalam melanjutkan sistem transportasi massal modern Jakarta.

“Dalam menjalankan tiga mandat yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, MRT Fase 2 adalah tahapan penting untuk melanjutkan pembangunan sistem transportasi massal modern yang menghubungkan kawasan pusat kota sampai dengan ke Kota Tua,” kata Tuhiyat.

Tuhiyat menyampaikan, capaian pekerjaan CP 202 hingga 2025 telah mencapai 61 persen, sementara pembangunan Stasiun Harmoni berada di angka 56 persen.

Dia berujar, area tersebut akan dikembangkan menjadi entrance Stasiun Harmoni, termasuk penyediaan cooling tower dan ventilation tower di kawasan Duta Merlin seluas 2.186 meter persegi.

“Target operasi kami lanjut 2029 dari Harmoni sampai dengan Kota, sementara tahun 2027 lanjut dari Bundaran HI sampai Stasiun Monas,” ujarnya.

Tuhiyat merinci bahwa Stasiun Harmoni akan memiliki panjang 252 meter, lebar 18 meter, dan kedalaman 17 meter, dengan dua lantai yaitu concourse dan platform. Total terdapat tujuh entrance yang terintegrasi dengan halte TransJakarta.

“Jumlah entrance ada tujuh, sebelah barat dua, sebelah timur dua, dan di tengah terintegrasi dengan halte TransJakarta ada tiga,” kata Tuhiyat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya