Maut di Jalan Pulang Sekolah: Kisah Pilu Joel Terpental Dihantam Kereta Api

Seorang pelajar tewas tertabrak kereta. Remaja itu seolah tak mendengar teriakan warga dan klakson kereta. Hingga benturan keras tak terelakkan. Tubuh korban terpental dan mengalami luka fatal di bagian kepala serta patah tulang.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 20 Januari 2026, 11:36 WIB
Pelajar di Simalungun tewas tertabrak Kereta Api Siantar Express

Liputan6.com, Jakarta - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SMK Negeri 3 Pematang Siantar. Joel Nainggolan (16), seorang pelajar jurusan perhotelan, tewas tertabrak kereta api Siantar Express di lintasan Km 38+8/9, Kelurahan Sinaksak, Simalungun, Senin (19/1/2026) sore.

Peristiwa pilu ini bermula saat Joel hendak pulang menuju rumahnya di Perumahan Residence Sinaksak. Menurut keterangan saksi mata, Candra Teo Anugrah Manurung (26), Joel terlihat berjalan menyeberangi rel dari arah Gang Melati dengan posisi menunduk.

"Saya lihat dia berjalan menunduk. Saat itu kereta api sudah sangat dekat, sekitar 20 meter dari arah Siantar menuju Medan," ujar Candra dengan nada bergetar.

Candra sudah berupaya sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa remaja tersebut. Sekuat Tenaga, Candra berteriak histeris memperingatkan korban. Sementara masinis juga telah membunyikan klakson panjang (semboyan 35) berkali-kali. 

Namun Joel seolah tak mendengar hingga benturan keras tak terelakkan. Tubuh korban terpental dan mengalami luka fatal di bagian kepala serta patah tulang.

Kapolsek Serbalawan, AKP Gunawan Sembiring, S.H., menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim sesaat setelah menerima laporan pukul 16.00 WIB.

"Korban sempat dilarikan oleh orang tuanya dan warga ke Rumah Sakit Efarina Pematang Siantar dalam kondisi kritis. Namun, setibanya di sana, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," jelas AKP Gunawan, Selasa (20/1/2026).

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sepatu milik korban. Dari hasil penyelidikan sementara, jalur tersebut memang kerap dilintasi korban setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami penyebab mengapa korban tidak menghiraukan peringatan keras dari warga maupun klakson kereta api. 

Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga sekitar untuk ekstra waspada saat berada di area perlintasan kereta api guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya