Cara Membuat Hydro Pot Sederhana dari Botol Bekas

Langkah mudah membuat hydro pot sederhana dari bahan botol bekas untuk memulai berkebun sistem hidroponik yang praktis dan hemat biaya di lahan sempit

oleh Femri ResdifiantiDiterbitkan 20 Januari 2026, 17:30 WIB
Hydro Pot dari Botol Plastik Bekas/Desain Kebun Cabai Pakai Hydro Pot Sederhana Low Budget (Sumber; gemini.com)

Liputan6.com, Jakarta - Hydro pot merupakan salah satu solusi berkebun yang sangat praktis bagi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan namun tetap ingin menikmati kesegaran sayuran organik di rumah. Menggunakan metode sistem sumbu yang efisien, inovasi ini memungkinkan tanaman menyerap nutrisi secara mandiri tanpa perlu penyiraman manual setiap hari.

Selain mudah dibuat, ada banyak keunggulan hydro pot lainnya seperti biaya yang sangat murah, ramah lingkungan karena memanfaatkan botol bekas, serta hasil panen yang lebih bersih. Untuk mencoba berkebun dengan cara yang seru dan anti gagal ini, silakan ikuti langkah-langkah membuat hydro pot sederhana, yang dirangkum Liputan6.com Selasa (20/1/2026).

Apa Itu Hydro Pot?

Hydro Pot Gantung di Teras Rumah/Desain Kebun Cabai Pakai Hydro Pot Sederhana Low Budget (Sumber; gemini.com)

Hydro pot adalah wadah tanam khusus yang dirancang untuk mendukung sistem budidaya tanaman tanpa tanah atau hidroponik. Wadah ini berfungsi untuk menampung media tanam sekaligus memberikan akses bagi akar tanaman untuk menyerap larutan nutrisi secara langsung dari reservoir air di bawahnya. 

Sistem kerja pot ini biasanya menggunakan bantuan sumbu kain untuk mengalirkan nutrisi secara otomatis melalui daya kapilaritas. Inovasi ini sangat memudahkan perawatan karena tanaman dapat memenuhi kebutuhan airnya sendiri tanpa harus disiram secara manual setiap hari.

Cara Membuat Hydro Pot Sederhana di Rumah

Persiapan Membuat Hydro Pot Sederhana (Foto: Unsplash/Laura)

Alat dan Bahan:

  • Botol plastik bekas ukuran 1,5 liter atau 600 ml
  • Kain flanel
  • Gunting atau cutter
  • Solder atau paku panas
  • Media tanam (bisa menggunakan rockwool, sekam bakar, atau sabut kelapa)
  • Nutrisi hidroponik (larutan AB Mix atau pupuk cair khusus hidroponik)

Langkah-Langkah Membuat Hydro Pot

  1. Potong botol menjadi dua bagian. Potong bagian atas botol (sekitar ⅓ bagian dari leher botol) sehingga menghasilkan bagian corong dan bagian dasar.
  2. Lubangi tutup botol tepat di tengah untuk jalur sumbu.buat juga beberapa lubang kecil pada bagian corong botol agar akar tanaman mendapatkan sirkulasi oksigen yang baik.
  3. Pasang sumbu dengan cara memasukkan kain flanel melalui lubang tutup botol. Pastikan kain menjuntai cukup panjang agar bisa mencapai dasar air di bagian bawah botol dan menyentuh media tanam di bagian atas.
  4. Siapkan larutan nutrisi hidroponik. Kemudian, isi bagian bawah botol dengan air bersih yang telah dicampur dengan larutan nutrisi hidroponik sesuai takaran.
  5. Masukkan bagian atas botol ke dalam bagian bawah botol dengan posisi terbalik (tutup botol menghadap bawah). Pastikan ujung sumbu terendam sempurna di dalam air.
  6. Masukkan media tanam ke dalam bagian atas botol, lalu letakkan bibit tanaman yang sudah di semai di tengahnya. Pastikan akar atau media tanam bersentuhan dengan kain flanel agar air bisa meresap naik.
  7. Hydro pot sudah siap dan bisa diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari cukup. Pastikan untuk mengecek ketersediaan air nutrisi secara berkala.

Keunggulan Menggunakan Hydro Pot untuk Berkebun di Rumah

Hydro Pot, Cara Praktis untuk Berkebun di Rumah (Foto: Gemini AI)

1. Sistem Perawatan yang Sangat Praktis

Metode hidroponik sangat membantu bagi mereka yang memiliki jadwal harian yang padat karena tanaman bisa memenuhi kebutuhan airnya secara mandiri. Melalui sistem sumbu yang tersedia, air nutrisi akan naik perlahan menuju akar sesuai kebutuhan, sehingga tidak perlu lagi ada kekhawatiran jika tanaman layu akibat lupa disiram selama beberapa hari.

2. Efisiensi Penggunaan Lahan dan Hemat Biaya

Berkebun menggunakan hydro pot tidak membutuhkan halaman luas karena wadahnya bisa diletakkan di mana saja, bahkan di rak susun atau area balkon yang sempit. Selain hemat ruang, biaya pembuatannya pun sangat terjangkau karena bisa memanfaatkan botol plastik bekas dan bahan-bahan sederhana lainnya yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

3. Lingkungan Tanam yang Lebih Bersih

Keunggulan hydro pot yang ketiga adalah area berkebun menjadi lebih bersih. Hal ini karena metode hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media utamanya, sehingga tidak ada noda tanah yang berceceran di lantai atau meja. Selain itu, tanaman yang tumbuh di dalam hydro pot cenderung lebih jarang terkena serangan hama tanah, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih sehat dan kualitas hasil panen jauh lebih higienis.

4. Pertumbuhan Tanaman yang Lebih Optimal

Nutrisi yang dilarutkan langsung ke dalam air memudahkan akar tanaman untuk menyerap makanan secara terus-menerus tanpa hambatan. Hal ini biasanya membuat tanaman tumbuh lebih cepat dan subur dibandingkan dengan metode tanam konvensional, sehingga masa panen sayuran favorit bisa dinikmati dalam waktu yang lebih singkat.

Pertanyaan tentang Cara Membuat Hydro Pot Sederhana

1. Jenis tanaman apa saja yang cocok ditanam di hydro pot?

Tanaman yang paling cocok adalah sayuran daun berjamur pendek seperti sawi, pakcoy, selada, kangkung, dan bayam. Tanaman herbal seperti seledri, mint, atau kemangi juga bisa tumbuh dengan sangat baik dalam sistem ini.

2. Apakah bisa menggunakan air biasa tanpa nutrisi tambahan?

Air biasa hanya cukup untuk pertumbuhan awal, namun tanaman membutuhkan nutrisi hidroponik (seperti AB Mix) untuk bisa tumbuh subur dan besar. Tanpa nutrisi tambahan, daun tanaman biasanya akan menguning dan pertumbuhannya akan kerdil atau terhenti.

3. Apakah air di dalam hydro pot harus dicek secara berkala?

Iya, air perlu dicek untuk memastikan sumbu kain flanel tetap terendam agar proses penyerapan nutrisi tidak terputus. Selain itu, seiring waktu volume air akan berkurang karena diserap tanaman dan menguap, sehingga perlu ditambah agar konsentrasi nutrisi tetap stabil.

4. Apakah hydro pot harus diletakkan di tempat yang terkena matahari langsung?

Iya, tanaman di dalam hydro pot tetap membutuhkan sinar matahari minimal 4 hingga 6 jam sehari untuk proses fotosintesis. Jika kurang cahaya, tanaman akan mengalami etiolasi atau tumbuh kurus, tinggi, dan lemah karena berusaha mencari sumber cahaya.

5. Bagaimana cara mencegah munculnya lumut atau jentik nyamuk di wadah air?

Mencegah lumut muncul di hydro pot bisa dilakukan dengan mengecat atau membungkus wadah bagian bawah dengan plastik/kertas gelap agar cahaya matahari tidak menembus air. Sedangkan untuk mencegah jentik nyamuk, pastikan botol bagian atas dan bawah tertutup rapat tanpa ada celah terbuka yang lebar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya