Satu Emiten Konglomerasi Bakal IPO pada 2026, Siapa?

BEI mengungkapkan terdapat potensi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dari emiten berskala konglomerasi.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 20 Januari 2026, 10:31 WIB
Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengungkapkan  terdapat potensi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dari emiten berskala konglomerasi pada tahun 2026. 

Iman mengatakan, meski belum dapat merinci jumlah pasti emiten konglomerasi yang akan melantai di bursa, setidaknya terdapat satu perusahaan yang berpotensi melakukan IPO pada 2026.

“Insya Allah. Saya gatau berapa persis, ya Tapi setahu saya minimal satu,” ujar Iman kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (19/1/2026).

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham terkait penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna ditulis Sabtu (17/1/2026).

Berikut klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:

  • 1 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar) 
  • 1 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar
  • 5 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)

Berikut rincian sektornya:

  • 1 perusahaan dari sektor basic materials
  • 1 perusahaan dari sektor energi
  • 2 perusahan dari sektor keuangan
  • 1 peruashaan dari sektor industri
  • 1 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

 

 

 

Terbitkan 9 Emisi

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, BEI juga menerbitkan sembilan emisi dari tujuh penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dana dihimpun Rp 5,85 triliun.

"Sampai dengan 15 Januari 2026 terdapat 10 emisi dari 5 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” tutur Nyoman.

Berikut rincian sektornya:

  • 3 perusahaan dari sektor energi
  • 1 perusahaan dari sektor industri
  • 1 perusahaan dari sektor infrastruktur

Selain itu, BEI juga telah memproses penerbitan rights issue dari tiga perusahaan tercatat dengan target dana yang dihimpun Rp 2,9 triliun hingga 15 Januari 2026.

Selain itu, ada satu perusahaan dari sektor properti dan real estate yang proses rights issue.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya