Bupati Sudewo Kena OTT KPK, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu: Ini Jawaban Atas Doa

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menjadi motor pemakzulan Bupati Pati Sudewo mengapresiasi langkah tegas KPK.

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 19 Januari 2026, 22:15 WIB
Bupati Pati Sudewa alias Sudewo saat meninggalkan gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (22/9/2025). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Pati - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pati menjadi momen yang dianggap bersejarah bagi masyarakat Pati.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) secara terbuka menyampaikan apresiasi atas langkah tegas KPK yang menangkap sejumlah pihak, termasuk Bupati Pati Sudewo.

BACA JUGA: Sidang Sudewo Berujung Ricuh, Massa Hadang Mobil Tahanan

Koordinator AMPB, Syaiful Huda, menyebut OTT tersebut bukan sekadar proses hukum biasa, melainkan ini jawaban atas doa, kegelisahan, dan dorongan panjang masyarakat Pati yang selama ini merasa suara mereka tak didengar.

"Terima kasih kepada KPK yang telah mendengar aspirasi kami dan warga Pati pada umumnya. Menangkap seorang bupati tentu bukan pekerjaan mudah. Ini menunjukkan KPK masih berdiri di barisan rakyat," ujar Syaiful, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, langkah KPK menjadi bukti bahwa suara masyarakat sipil memiliki daya tekan ketika disuarakan secara konsisten.

Ia menilai, OTT Bupati Pati ini juga membuka tabir persoalan tata kelola pemerintahan daerah yang selama ini dipertanyakan publik.

Namun demikian, AMPB menegaskan bahwa OTT bukanlah garis akhir perjuangan. Justru sebaliknya, proses ini harus dikawal hingga tuntas agar tidak berhenti di tengah jalan.

"Ini bukan akhir perjuangan kami. Kami akan mengawal proses hukum kasus ini sampai vonis pengadilan. Selain itu, reformasi birokrasi di Kabupaten Pati harus menjadi agenda utama ke depan," tegasnya.

Syaiful menyebut, pembenahan birokrasi menjadi kebutuhan mendesak agar praktik-praktik yang diduga menyimpang, termasuk persoalan pengisian jabatan di tingkat desa dan daerah, tidak kembali terulang.

 

Perjuangan Belum Selesai

Dalam waktu dekat, AMPB berencana melakukan konsolidasi internal bersama jaringan masyarakat sipil. Konsolidasi tersebut akan diikuti dengan agenda syukuran sebagai simbol rasa syukur atas dikabulkannya doa dan perjuangan warga Pati selama ini.

"Kami akan segera konsolidasi dengan kawan-kawan, mengadakan syukuran sebagai wujud rasa syukur. Doa dan perjuangan panjang itu akhirnya terjawab," kata Syaiful.

Meski demikian, ia menegaskan perjuangan AMPB tidak berhenti pada satu kasus.

Pihaknya juga menyatakan komitmen untuk terus mengawal proses hukum lain yang dinilai bermasalah.

"Kami tetap berjuang mengawal kasus kriminalisasi yang melibatkan dua rekan kami, Mas Teguh dan Mas Botok. Perjuangan melawan ketidakadilan harus terus berjalan," pungkasnya.

OTT KPK di Pati kini menjadi titik balik penting bagi dinamika politik dan sosial di daerah tersebut.

Bagi masyarakat, peristiwa ini bukan hanya tentang siapa yang ditangkap, tetapi tentang harapan baru akan pemerintahan yang lebih bersih, adil, dan berpihak pada kepentingan publik.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya