China dan Kanada Pangkas Tarif Kendaraan Listrik

Kanada akan membuka impor kendaraan listrik China dengan tarif sekitar 6,1%.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 18 Januari 2026, 20:41 WIB
Kesepakatan Kanada dan China menjadi langkah pemulihan hubungan dagang antara kedua negara. (Image by Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Kanada dan China menyepakati kesepakatan perdagangan awal yang mencakup penurunan tarif kendaraan listrik (EV) dan kanola. Kesepakatan ini menjadi langkah pemulihan hubungan dagang kedua negara, bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke China, kunjungan pertama PM Kanada sejak 2017.

Melansir CNBC International, Minggu (18/1/2026), melalui kesepakatan tersebut, Kanada akan membuka impor hingga 49.000 kendaraan listrik asal China dengan tarif 6,1% berdasarkan skema negara yang paling disukai. Kebijakan ini menggantikan tarif 100% yang diterapkan pada 2024 di era mantan Perdana Menteri Justin Trudeau. Pada 2023, China mengekspor 41.678 kendaraan listrik ke Kanada.

"Ini adalah kembalian ke tingkat sebelum gesekan perdagangan baru-baru ini, tetapi di bawah kesepakatan yang menjanjikan lebih banyak bagi warga Kanada,” kata Carney kepada wartawan. Ia kemudian mengatakan kuota akan meningkat secara bertahap, mencapai sekitar 70.000 kendaraan dalam lima tahun.

"Agar Kanada dapat membangun sektor kendaraan listrik (EV) yang kompetitif, kita perlu belajar dari mitra inovatif, mengakses rantai pasokan mereka, dan meningkatkan permintaan lokal,” kata Carney.

Langkah pelonggaran tarif EV ini berbeda dengan kebijakan Amerika Serikat dan menuai kritik dari sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump. Namun Trump secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah Carney.

"Itulah yang seharusnya dia lakukan. Merupakan hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan perdagangan. Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan Tiongkok, Anda harus melakukannya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Dampak ke Sektor Agribisnis

Kesepakatan ini menuai kritik dari Perdana Menteri Ontario Doug Ford.

"Pemerintah federal mengundang banjir kendaraan listrik murah buatan China tanpa jaminan nyata investasi yang setara atau segera dalam ekonomi Kanada, sektor otomotif, atau rantai pasokan,” katanya dalam sebuah unggahan di X.

Sebelumnya, China memberlakukan tarif atas lebih dari US$2,6 miliar produk pertanian dan pangan Kanada, termasuk minyak, tepung, dan biji canola, yang berdampak pada penurunan impor Kanada ke China sebesar 10,4% pada 2025.

 

 

Kesepakatan Tarif

Ilustrasi bendera Kanada (AFP/Geoff Robins)

Dalam kesepakatan baru ini, Kanada berharap tarif biji canola akan diturunkan mulai 1 Maret menjadi sekitar 15% dari sebelumnya 84%. Tarif anti-diskriminasi terhadap sejumlah produk pertanian dan perikanan Kanada juga diperkirakan akan dihapus hingga akhir tahun.

Harga berjangka canola Kanada tercatat naik, sementara Carney menyebut kesepakatan ini berpotensi membuka hampir USD 3 miliar pesanan ekspor baru bagi petani, nelayan, dan pelaku industri pengolahan ikan Kanada.

Kementerian Perdagangan China menyatakan penyesuaian kebijakan anti-dumping dan anti-diskriminasi tersebut dilakukan sebagai respons atas penurunan tarif kendaraan listrik oleh Kanada.

 

Dialog Ekonomi

Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)

Kedua negara juga sepakat menghidupkan kembali dialog ekonomi dan keuangan tingkat tinggi serta memperkuat kerja sama di sektor pertanian, energi, dan energi hijau. Carney menyebut China juga berkomitmen memberikan akses bebas visa bagi warga Kanada, meski tanpa rincian.

“Mengingat kompleksitas saat ini dalam hubungan perdagangan Kanada dengan AS, tidak mengherankan bahwa pemerintah Carney ingin meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi bilateral dengan Beijing, yang merupakan pasar besar bagi petani Kanada,” kata Even Rogers Pay dari Trivium China.

Carney menilai hubungan dengan China kini lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya