Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan teknologi digital turut memengaruhi para pecinta otomotif, khususnya roda dua. Kendaraan saat ini tidak lagi hanya sekedar alat transportasi, tapi juga gaya hidup yang erat dengan ekspresi diri dan konten di dunia maya.
Fenomena tersebut, akhirnya melatarbelakangi lahirnya MV Moto Vlog (MVI), sebuah komunitas motovlogger yang berawal dari aktivitas Sunday Morning Ride (sunmori) di kawasan BSD, Tangerang.
Advertisement
Kawasan BSD dikenal sebagai salah satu destinasi favorit sunmori. Bagi para pengendara, aktivitas ini bukan hanya rutinitas akhir pekan, tetapi juga ruang berinteraksi, berbagi minat, dan menyalurkan hobi.
Dari pertemuan rutin tersebut, para bikers dengan ketertarikan kepada sepeda motor dan pembuatan konten video mulai saling terhubung, seiring maraknya tren motovlog di Indonesia
Didukung kemudahan teknologi seperti kamera aksi, smartphone, dan perangkat pendukung konten, aktivitas motovlog semakin mudah dijalani. Dari pertemuan informal itulah kemudian terbentuk team Shelter pada Agustus 2024.
Seiring meningkatnya konsumsi konten otomotif digital, motovlog bertransformasi dari sekadar dokumentasi perjalanan menjadi media hiburan, edukasi, dan representasi gaya hidup.
Perjalanan team Shelter kemudian beririsan dengan AMVI-B (Asosiasi Motovlog Indonesia Bersatu), yang diresmikan pada November 2024.
Dari sana, komunitas ini berkembang menjadi MVT (Moto Vlog Tangerang) sebagai regional resmi wilayah Tangerang.
Jalin Kerja Sama dengan Merek Otomotif
Dari delapan anggota awal, komunitas ini kini menaungi lebih dari 30 motovlogger yang aktif memproduksi konten pengalaman berkendara, edukasi otomotif, hingga kampanye keselamatan berlalu lintas.
Selain fokus dengan konten, MVT juga mulai menjalin kolaborasi dengan merek otomotif, salah satunya Fenrir Engineering.
"Kami melihat kolaborasi dengan Fenrir Engineering sebagai langkah strategis. Selain produknya relevan dengan kebutuhan berkendara, kerja sama ini juga memberi ruang bagi anggota untuk menyalurkan kreativitas ke arah yang lebih profesional dan berkelanjutan,” ujar Denz Ello, Ketua MVT.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, motovlog tidak hanya menjadi sarana berekspresi, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis gaya hidup otomotif. Pemanfaatan teknologi dan platform digital memungkinkan hobi berkembang menjadi aktivitas yang lebih profesional.