Purbaya Sambangi Danantara Usai Dikomplain Soal Coretax, Ini Hasil Pengecekannya

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendatangi kantor Danantara setelah menerima keluhan terkait sistem perpajakan Coretax.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 16 Januari 2026, 12:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendatangi kantor Danantara setelah menerima keluhan terkait sistem perpajakan Coretax yang disebut tidak berjalan optimal. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan langsung apakah kendala tersebut benar berasal dari sistem atau dari sisi pengguna.

"Kemarin Danantara komplain, katanya Coretax-nya enggak jalan. Saya mau lihat ke sini betul-betul enggak jalan atau emang orang Danantaranya enggak bisa," kata Menkeu Purbaya dikutip melalui akun instagram @menkeuri, Jumat (16/1/2026).

Purbaya mengungkapkan bahwa keluhan dari Danantara disampaikan dengan nada cukup keras. Oleh karena itu, ia memilih turun langsung ke lapangan dengan membawa tim teknologi informasi serta tim dari kantor pajak guna mengecek permasalahan secara menyeluruh.

"Kemarin maki-makinnya keras tuh. Jadi, saya pengen lihat langsung gimana sih," ujarnya.

Bendahara negara ini, menegaskan bahwa pengecekan langsung diperlukan agar masalah bisa ditangani secara objektif dan cepat.

 

Purbaya Cek Langsung Sistem dan Data Coretax

Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari target. Tampak dalam foto, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Saat memasuki ruangan, Menkeu terlihat berdialog langsung dengan pegawai Danantara untuk menelusuri titik masalah pada Coretax. Ia menanyakan bagian mana dari sistem yang tidak bisa diakses dan mengapa kendala tersebut terjadi.

Pihak Danantara menjelaskan bahwa sejumlah isu telah didokumentasikan dalam bentuk tangkapan layar (screenshot). Namun, akses penuh terhadap sistem disebut membutuhkan kehadiran Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir terkait yang saat itu sedang berada di luar negeri.

"Saya mau lihat Coretax gak bisa masuknya dibagian mana?" kata Menkeu.

"Harus pak Pandunya, tapi kita sudah siapin screenshoot isu-isunya," jawab pegawai Danantara.

"Pandunya gak becus atau gimana? kalau yang lainnya bisa masukin?" tanya Menkeu.

 

Masalah Coretax Dinilai Tinggal Minor

Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari target. Dari jumlah tersebut, belanja kementerian dan lembaga mencapai Rp1.500,4 triliun atau 129,3% dari target, sedangkan belanja non-kementerian dan lembaga tercatat Rp1.102,0 triliun atau 71,5% dari target. Tampak dalam foto, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberi keterangan usai Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Dari hasil pengecekan langsung, Menkeu Purbaya menyatakan sebagian besar permasalahan Coretax sudah berhasil diatasi. Kendala yang tersisa dinilai bersifat minor dan tidak berdampak besar terhadap operasional sistem maupun aktivitas wajib pajak.

Menurutnya, penyesuaian kecil pada perangkat lunak akan dilakukan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. Ia menekankan bahwa masalah tersebut tidak sampai membuat sistem berhenti atau mengganggu proses administrasi perpajakan.

"Hasilnya lumayan, hampir semua problemnya sudah bisa diatasi. Hanya ada yang minor-minor kita sedikit adjust nanti software-nya, mungkin seminggu dua minggu sudah selesai, tapi itu gak penting-penting banget dalam pengertian yang minor tadi tidak akan membuat sistemnya berhenti atau wajib pajak tidak bisa menjalankan pekerjaannya," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya