GMNI Tegaskan Bencana Ekologis Akibat Ketimpangan Kebijakan

GMNI kubu Sujahri Somar menegaskan bahwa krisis lingkungan dan bencana yang terjadi merupakan dampak pilihan kebijakan pembangunan yang mengabaikan keberlanjutan dan keadilan sosial.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 15 Januari 2026, 22:38 WIB
Berdasar informasi dari data bencana hidrometeologi siklon tropis senyar yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (4/12) malam, setidaknya terdapat 2.698 rumah warga di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan parah. Tampak foto udara yang diambil menggunakan drone ini menunjukkan wilayah yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Pulau Sumatra, Kamis 4 Desember 2025. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Liputan6.com, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kubu Sujahri Somar menyoroti krisis lingkungan dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Sumatra, bukan hanya sekedar peristiwa alam tapi ada karena ketimpangan relasi antara manusia dan kebijakannya.

"Bencana ekologis hari ini adalah cermin dari pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan dan keselamatan rakyat. Ketika eksploitasi dilegalkan atas nama investasi dan pertumbuhan, rakyat kecil selalu menjadi korban pertama dan terdengar paling terakhir," kata Sujahri dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Pihaknya menolak narasi bencana adalah takdir. "Bencana (yang terjadi belakangan ini) adalah hasil dari pilihan (kebijakan)," ungkap Sujahri.

Tak hanya menggalang dan menyalurkan donasi bagi korban terdampak bencana khususnya di Sumatra, lanjut dia, Bagi GMNI, solidaritas bukan aksi simbolik, melainkan bentuk paling awal dari perjuangan ideologis.

Menurut Sujahri, Marhaenisme hidup ketika keberpihakan diwujudkan dalam tindakan. Karena itu. GMNI menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di sisi rakyat terdampak krisis lingkungan.

"Bukan hanya saat bencana bencana menjadi headline, tetapi juga dalam advokasi jangka panjang terhadap kebijakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan," jelas dia.

Sikap GMNI

Menurut Sujahri, sikap GMNI dewasa ini sudah jelas, bagaimana keadilan sosial harus didapatkan dalam menangani bencana lingkungan.

"Krisis lingkungan adalah isu kemanusiaan dan keadilan sosial. Dan dalam setiap krisis, GMNI memilih untuk hadir, berpihak, dan bertindak," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya