Waspada Suhu Dingin Ekstrem di Cianjur, Begini Wanti-Wanti BPBD

Cuaca ekstrem berupa penurunan suhu yang sangat ekstrem terjadi di Cianjur.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 15 Januari 2026, 19:51 WIB
Kawasan puncak Cianjur. (Liputan6.com/ Dok Ist)

 

Liputan6.com, Cianjur - Kabupaten Cianjur saat ini tengah dilanda cuaca ekstrem berupa suhu dingin yang tidak seperti biasanya. Bahkan suhu dingin ekstrem ini masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Terkait hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mewanti-wanti masyarakat untuk waspada dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.  

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat, Kamis (15/1/2026) mengatakan, berdasarkan peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu dingin sudah terjadi sejak satu pekan terakhir yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur.

"Penurunan suhu di wilayah Cianjur mencapai 19 derajat masih akan terjadi sampai beberapa hari ke depan, sehingga kami minta warga mengurangi kegiatan di luar rumah, menggunakan pakaian tebal ketika terpaksa keluar rumah," katanya.

Bahkan informasi BMKG penurunan suhu terjadi karena masih dalam periode musim hujan, di mana air hujan yang jatuh dari lapisan atmosfer atas membawa suhu dingin ke permukaan, sehingga terjadi penguapan atau evaporasi air hujan yang menyerap panas dari permukaan.

 

Wanti-Wanti BPBD

Selain suhu dingin, Asep mengatakan, cuaca ekstrem yang melanda Cianjur selama beberapa hari ke depan dapat memicu terjadinya bencana alam, sehingga masyarakat di seluruh wilayah Cianjur diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana terutama mereka yang tinggal di pinggiran sungai atau tebing yang rawan longsor, di mana saat ini pihaknya sudah menyiagakan puluhan petugas dan 360 relawan ditunjang kendaraan evakuasi.

"Saat cuaca dingin masyarakat diminta menggunakan pakaian tebal agar tubuh tetap hangat, hindari kegiatan di luar rumah ketika suhu dingin disertai hujan lebat dengan intensitas lama karena dapat memicu terjadi bencana," katanya.

Dia menjelaskan hingga saat ini potensi hujan sedang hingga besar diperkirakan masih terjadi selama beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat waspada dengan ancaman bencana longsor dan banjir serta pergeseran tanah yang rawan terjadi.

Termasuk pengendara yang melintas di sepanjang jalur utama Cianjur yang rawan terjadi bencana alam longsor dan pohon tumbang, diminta berhati-hati dan waspada tidak berhenti di bawah pohon rawan tumbang atau tebing rawan longsor.

"Kami siagakan personel lengkap dengan alat bantu evakuasi termasuk perahu karet, sebagai upaya penanganan cepat ketika terjadi bencana, termasuk berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiagakan alat berat di jalur rawan," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya