Flores Timur Dihantam Cuaca Ekstrem, 6 Rumah Warga dan Bangunan Sekolah Rusak

Kepala BPBD Ferdy mengimbau para kepala desa dan lurah segera menyampaikan laporan kerusakan akibat angin kencang dan cuaca ekstrem ke BPBD Flores Timur.

oleh Ola KedaDiterbitkan 15 Januari 2026, 18:16 WIB
Salah satu rumah warga di Kelurahan Sarotari, Kabupaten Flores Timur ditimpa pohon akibat angin kencang. (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Flores Timur, NTT beberapa hari terakhir mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas publik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur Ferdy Moat Aeng menjelaskan hingga saat ini BPBD menerima laporan, ada enam rumah rusak akibat angin kencang yang melanda wilayah Flores Timur di empat hari terakhir.

Kerusakan terjadi di Kecamatan Titehena, Kecamatan Larantuka, dan Kecamatan Adonara Timur. "Ada rumah warga ditimpa pohon karena angin kencang," ungkapnya, Kamis (15/1/2026).

Ia mengimbau para kepala desa dan lurah segera menyampaikan laporan kerusakan akibat angin kencang dan cuaca ekstrem ke BPBD Flores Timur.

"Rincian kerusakan Desa Watowara 1 rumah, kelurahan Ekasapta 2, Kelurahan Sarotari Tengah 1 rumah dan Desa Leraboleng 1 rumah," jelasnya.

"Sementara dari Adonara Timur dilaporkan ada beberapa bangunan sekolah yang sengnya terbongkar tapi belum ada rincian desanya," sambungnya.

Flores Timur sejak awal Januari mengalami cuaca ekstrem yang mengakibatkan juga banjir lahar dingin dengan intensitas cukup tinggi.

Pemerintah Kabupaten Flores menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem terhitung sejak 11 Desember 2025 hingga 30 April 2026. Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan percepatan penanganan bencana hidrometeorologi yang terus meningkat akibat curah hujan tinggi.

 

Hasil Kajian Pemda

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil kajian pemerintah daerah serta merujuk pada peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Dasar penetapan status tanggap darurat ini tentu mengacu pada himbauan dan informasi dari BMKG, khususnya Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah NTT,” kata Kepala BPBD Flores Timur.

BMKG memprediksi beberapa wilayah di NTT, termasuk Flores Timur, berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi dalam periode yang cukup panjang.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta banjir lahar dingin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya