Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat pada sesi kedua perdagangan saham Kamis, (15/1/2026). Kenaikan harga saham BBRI ini terjadi seiring perseroan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 pada 15 Januari 2025.
Mengutip data RTI, pada pukul 15.24 WIB, harga saham BBRI naik 2,96% ke posisi Rp 3.820 per saham. Harga saham BBRI dibuka menguat 10 poin ke posisi Rp 3.730 per saham. Saham BBRI berada di level tertinggi Rp 3.850 dan level terendah Rp 3.730 per saham. Total frekuensi perdagangan 57.054 kali dengan volume perdagangan saham 3.416.625 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,3 triliun. Kapitalisasi pasar saham perseroan tercatat Rp 580,47 triliun.
Advertisement
Sementara itu, IHSG masih bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Kamis pekan ini. IHSG naik 0,34% ke posisi 9.062. Indeks saham LQ45 melonjak 0,84% ke posisi 889. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 9.100,82 dan level terendah 9.040,99. Sebanyak 330 saham menguat sehingga angkat IHSG. 356 saham melemah dan 115 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 3.061.874 kali dengan volume perdagangan saham 44,9 milair saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.882.
Pemegang Saham BRI Terima Dividen Interim Rp 20,6 Triliun
Sebelumnya, pemegang Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BBRI) menerima dividen interim Rp 20,6 triliun. Dividen tersebut diberikan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu, 17 Desember 2025, BBRI telah menetapkan dividen interim tunai untuk Tahun Buku 2025 sekurang-kurangnya Rp 20,6 triliun atau setara dengan Rp 137 per saham, dan akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 2 Januari 2026 (recording date).
Komitmen BRI
"Melalui pembayaran dividen interim ini menjadi bukti nyata kinerja solid BRI serta fundamental bisnis yang kuat, sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya melalui penguatan pembiayaan UMKM dan transformasi berkelanjutan BRI ke depan," kata Corporate Secretary BRI Dhanny dalam keteranganya, Kamis, 15 Januari 2026.
Dhanny menyampaikan, pembayaran dividen ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham yang didasarkan pada kinerja keuangan perseroan yang solid, didukung oleh pertumbuhan pembiayaan UMKM serta pengelolaan risiko yang terjaga secara konsisten.
Berdasarkan struktur kepemilikan saham, dari total dividen interim tersebut, BRI akan menyetorkan dividen kepada Negara Republik Indonesia sebesar Rp 11 triliun.
Sisa Akan dibagikan Secara Proporsional
Sementara itu, sisanya akan dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham publik yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date.
Adapun, pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan BRI per 30 September 2025 di mana secara konsolidasian laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp 41,23 triliun.