Saham BBCA Melonjak, Kapitalisasi Pasar Sentuh Level Segini

Berikut pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada perdagangan saham sesi kedua, Kamis (15/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 15 Januari 2026, 14:36 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (Dok: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melanjutkan kenaikan pada sesi kedua perdagangan saham Kamis, (15/1/2026). Kenaikan harga saham BBCA di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.

Mengutip data RTI, pukul 14.16 WIB, harga saham BBCA melonjak 1,25% ke posisi Rp 8.100 per saham. Harga saham berada di level tertinggi Rp 8.175 dan level terendah Rp 7.975 per saham.  Total frekuensi perdagangan saham 19.254 kali dengan volume perdagangan 993.745 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 804 miliar. Kapitalisasi pasar saham BBCA sebesar Rp 998,53 triliun.

Sementara itu, IHSG naik 0,21% ke posisi 9.051. Indeks saham LQ45 menguat 0,78% ke posisi 888. Sebagian besar indeks saham acuam menghijau.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 9.100,82 dan level terendah 9.040,99. Sebanyak 339 menghijau sehingga angkat IHSG. 348 saham melemah dan 119 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.564.990 kali dengan volume perdagangan saham 36,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,1 triliun.

Pada sesi pertama, harga saham BBCA ditutup menguat 0,94% ke posisi Rp 8.075 per saham. Harga saham BBCA dibuka stagnan di posisi Rp 8.000 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.175 dan level terendah Rp 7.975 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 16.296 kali dengan volume perdagangan saham 891.154 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 720,7 miliar.

Penutupan IHSG pada Sesi Pertama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada penutupan sesi pertama perdagangan saham Kamis, (15/1/2026). Pada sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level tertinggi dalam sejarah di 9.100.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik tipis 0,17% ke posisi 9.046,83. Indeks saham LQ45 menguat 0,57% ke posisi 887,12. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 9.100,82 dan level terendah 9.040,99. Kenaikan IHSG berkurang jelang penutupan sesi pertama. Sebanyak 351 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 327 saham melemah dan 122 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.158.990 kali dengan volume perdagangan saham 30,6 miliar saham. Nilai transaksi harians aham Rp 16,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.870.

Pada sesi pertama, sektor saham bervariasi. Sektor saham industri turun 2,2% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 0,41%, sektor saham basic susut 1,09%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,01%. Kemudian sektor saham infrastruktur merosot 0,95% dan sektor saham transportasi susut 0,13%.

Sementara itu, sektor saham consumer siklikal menguat 1,56% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham kesehatan melesat 0,27%, sektor saham keuangan bertambah 0,91%, sektor saham properti menanjak 0,30% dan sektor saham teknologi melesat 0,62%.

BCA Kini Genggam 17,5% Saham PTEN

Gedung BCA (Dok: BCA)

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membeli saham PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional (PTEN) dari PT Central Capital Ventura (CCV), entitas anak usaha perseroan pada Kamis, 18 Desember 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (19/12/2025), PT Bank Central Asia Tbk dan CCV telah menandatangani akta jual beli 3.500 saham PTEN pada 18 Desember 2025.

"Atas transaksi itu, kepemilikan saham PTEN yang sebelumnya dimiliki secara tidak langsung kini dimiliki secara langsung oleh perseroan. Persentase kepemilikan saham PTEN oleh perseroan sebesar 17,5%,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

PTEN merupakan lembaga services dalam ekosistem pembayaran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), suatu perusahaan yang sahamnya dapat dimiliki bersama baik secara langsung atau tidak langsung oleh sejumlah bank KBMI (Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti) IV dan lembaga switching.

CCV merupakan perusahaan terkendali yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan (baik langsung maupun tidak langsung), sehingga transaksi pembelian saham PTEN yang dimiliki CCV ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur pada Pasal 6 ayat (1) huruf b angka 1 Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan yang hanya wajib dilaporkan oleh Perseroan kepada OJK.

“Transaksi bukan merupakan Transaksi Material berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,”

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya