15 Ide Jualan Jajanan Bungkus Daun Pisang Modal Kecil yang Banyak Disukai

Ingin memulai usaha kuliner dengan modal terbatas? Temukan 5 ide jualan jajanan bungkus daun pisang modal kecil yang populer dan berpotensi untung besar, cocok untuk pemula.

oleh Fitriyani Puspa SamodraDiterbitkan 15 Januari 2026, 16:00 WIB
Ide Jualan Jajanan Bungkus Daun Pisang Modal Kecil (Sumber: gemini.com)

Liputan6.com, Jakarta - Jajanan tradisional Indonesia tidak pernah kehilangan penggemar. Di tengah gempuran makanan modern, kue dan kudapan klasik justru kembali diminati karena menghadirkan rasa nostalgia, kehangatan, dan cita rasa autentik. Salah satu ciri khas jajanan tradisional adalah penggunaan daun pisang sebagai pembungkus, yang memberi aroma harum alami sekaligus tampilan khas Nusantara.

Daun pisang bukan sekadar pembungkus, tetapi juga bagian penting dari pengalaman menikmati makanan. Aromanya yang keluar saat dikukus atau dipanggang membuat jajanan terasa lebih menggugah selera. Sejak dulu, sebelum plastik dikenal luas, daun pisang telah menjadi wadah makanan utama masyarakat Indonesia.

Bagi pelaku usaha rumahan, tren kembali ke makanan tradisional ini membuka peluang besar. Dengan bahan yang mudah didapat dan teknik pembuatan sederhana, ide jualan jajanan bungkus daun pisang modal kecil bisa menjadi usaha menguntungkan sekaligus ikut melestarikan kuliner warisan budaya. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (15/1/2026).

1. Nagasari

Ilustrasi nagasari, kue basah tradisional Indonesia, fto. Shutterstock/Eka Amallia (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Nagasari merupakan salah satu jajanan pasar paling populer dan hampir selalu ada di berbagai daerah di Indonesia. Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula, dengan isian potongan pisang di bagian tengahnya. Proses pembuatannya relatif mudah, hanya perlu dikukus, sehingga sangat cocok untuk pemula yang baru ingin memulai usaha jajanan tradisional.

Daya tarik utama nagasari terletak pada aromanya. Daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus akan mengeluarkan aroma harum saat dikukus, membuat kue terasa lebih lezat meski bahan dasarnya sederhana. Dari sisi bisnis, nagasari memiliki modal kecil karena bahan bakunya murah dan mudah diperoleh di pasar tradisional. Selain dijual satuan, nagasari juga sering dipesan dalam jumlah besar untuk acara keluarga, pengajian, atau hajatan, sehingga peluang keuntungannya cukup stabil.

2. Iwel-iwel

Iwel-iwel dikenal dengan bentuknya yang khas menyerupai piramida atau segitiga dengan beberapa sisi. Jajanan ini terbuat dari tepung beras ketan, kelapa parut, dan isian gula merah yang meleleh saat dikukus. Rasanya manis legit dengan tekstur kenyal, sangat cocok bagi pecinta kue tradisional.

Dalam konteks usaha, iwel-iwel memiliki nilai jual budaya yang kuat. Kue ini sering disajikan pada acara selamatan, kenduri, atau perayaan kelahiran bayi. Artinya, peluang penjualan tidak hanya secara harian, tetapi juga berbasis pesanan acara. Dengan tampilan yang unik dan pembungkus daun pisang yang rapi, iwel-iwel bisa diposisikan sebagai jajanan tradisional premium meski modal produksinya tetap terjangkau.

3. Gethuk Pisang

Gethuk pisang adalah jajanan khas Kediri yang memiliki karakter rasa unik, yaitu perpaduan manis dan sedikit asam dari pisang raja nangka yang difermentasi alami selama proses pengukusan lama. Proses pembuatannya memang memerlukan waktu lebih panjang, tetapi bahan dasarnya sangat sederhana.

Dari sisi bisnis, gethuk pisang cocok dijadikan produk unggulan atau ciri khas. Dibungkus daun pisang seperti lontong kecil, jajanan ini terlihat sederhana namun memiliki nilai jual tinggi karena tidak semua daerah memproduksinya. Aroma daun pisang semakin memperkuat cita rasanya. Gethuk pisang sangat potensial dijual sebagai oleh-oleh atau jajanan tradisional eksklusif buatan rumahan.

4. Lemet Singkong

Lemet singkong dibuat dari singkong parut yang dicampur gula merah dan kelapa parut, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Teksturnya lembut, kenyal, dan sedikit lengket, dengan rasa manis alami dari singkong dan gula merah.

Sebagai ide jualan, lemet singkong sangat ramah modal kecil. Singkong merupakan bahan murah dan mudah didapat sepanjang tahun. Proses pembuatannya pun tidak rumit dan bisa dilakukan dalam jumlah banyak sekaligus. Lemet singkong cocok dijual di pasar pagi, dititipkan di warung, atau dijadikan menu jajanan sore hari dengan harga terjangkau namun tetap menguntungkan.

5. Kue Mendut

Kue mendut atau kue bugis terbuat dari tepung ketan, santan, dan sedikit garam, dengan isian manis berupa gula merah atau unti kelapa. Bentuknya segitiga dan dibungkus daun pisang, membuatnya mudah dikenali di antara jajanan pasar lainnya.

Keunggulan mendut sebagai produk jualan adalah rasanya yang seimbang antara manis dan gurih. Teksturnya kenyal namun lembut, cocok untuk berbagai kalangan usia. Kue ini juga fleksibel dijual dalam berbagai ukuran, dari versi kecil untuk jajanan pasar hingga ukuran lebih besar untuk snack box acara.

6. Lemper Ayam

Yuk masak lemper untuk camilan nikmat akhir pekan. (Via: en.wikipedia.org)

Lemper ayam merupakan jajanan gurih berbahan dasar beras ketan yang dimasak dengan santan, lalu diisi suwiran ayam berbumbu. Dibungkus daun pisang, lemper memiliki aroma khas yang sangat menggoda.

Dalam dunia usaha, lemper termasuk jajanan yang permintaannya stabil. Lemper sering dijadikan isi snack box, suguhan rapat, hingga bekal perjalanan. Meski isinya menggunakan ayam, biaya produksi masih bisa ditekan dengan pengaturan porsi yang tepat. Nilai jualnya relatif tinggi dibanding jajanan manis, sehingga margin keuntungannya pun cukup menjanjikan.

7. Arem-arem

Arem-arem sering dianggap “saudara” lemper, tetapi menggunakan nasi putih biasa, bukan ketan. Isiannya beragam, mulai dari sambal goreng ayam, kentang, wortel, hingga tempe.

Sebagai ide jualan, arem-arem sangat cocok untuk target pasar sarapan pagi. Modalnya lebih rendah dibanding lemper karena bahan nasi lebih murah. Selain itu, variasi isian membuat pembeli tidak cepat bosan. Arem-arem juga mengenyangkan, sehingga sering dibeli sebagai pengganti nasi.

8. Kue Timphan

Timphan adalah kue tradisional Aceh berbentuk pipih panjang dengan isian pisang atau labu. Kulitnya terbuat dari tepung ketan yang lembut dan dibungkus daun pisang muda.

Untuk usaha, timphan memiliki nilai jual unik karena tidak semua daerah familiar dengan kue ini. Hal ini justru bisa menjadi keunggulan, terutama jika dipasarkan sebagai jajanan tradisional khas daerah. Timphan cocok dijual sebagai teman minum kopi atau teh, dengan segmen pasar pecinta kuliner tradisional.

9. Bugis Ketan

Bugis ketan biasanya berisi unti kelapa manis dan dibentuk kerucut mengikuti lipatan daun pisang. Teksturnya kenyal dengan rasa legit yang khas.

Sebagai produk jualan, bugis ketan memiliki tampilan menarik dan rapi. Kue ini sering dicari untuk acara adat atau hajatan. Dengan bahan sederhana dan proses kukus, bugis ketan bisa diproduksi massal dengan modal kecil namun nilai jual stabil.

10. Barongko

Barongko adalah kue pisang khas Bugis-Makassar yang dibuat dari pisang, telur, santan, dan gula. Teksturnya sangat lembut, hampir seperti puding tradisional.

Barongko cocok diposisikan sebagai jajanan premium rumahan. Aroma daun pisang memperkaya rasa dan membuatnya lebih eksklusif. Dengan kemasan rapi dan branding yang baik, barongko bisa dijual dengan harga lebih tinggi dibanding kue pasar biasa.

11. Bacang

Kue Bacang. foto: fsui wordpress

Bacang terbuat dari beras ketan dengan isian daging, jamur, dan bumbu gurih. Meskipun sering dikaitkan dengan perayaan tertentu, bacang tetap diminati sebagai makanan berat.

Untuk usaha kecil, bacang bisa dijual secara terbatas namun konsisten. Karena mengenyangkan, satu bacang bisa dihargai lebih tinggi. Pembungkus daun pisang membuat rasanya lebih harum dan tradisional.

12. Tape Ketan

Tape ketan dibuat dari fermentasi ketan dan ragi, menghasilkan rasa manis asam yang khas. Dibungkus daun pisang, tape ketan memiliki aroma alami yang lebih sedap.

Dari sisi bisnis, tape ketan memiliki margin menarik karena bahan bakunya murah. Bisa dijual dalam porsi kecil atau kemasan sederhana, cocok untuk pasar tradisional maupun penjualan online lokal.

13. Lalampa

Lalampa mirip lemper, tetapi isiannya berupa ikan tongkol berbumbu. Biasanya lalampa dipanggang setelah dibungkus daun pisang, sehingga aromanya sangat menggugah selera.

Lalampa cocok dijual sebagai jajanan sore atau malam hari. Cita rasa gurih dan aroma bakaran membuatnya cepat laku. Modalnya relatif terjangkau, terutama jika bahan ikan dibeli dalam jumlah besar.

14. Kue Mata Roda

Kue mata roda atau putri noong memiliki tampilan unik dengan irisan pisang di tengah adonan. Saat dipotong, bentuknya menyerupai mata, sehingga menarik perhatian pembeli.

Sebagai ide jualan, kue ini unggul dari sisi visual. Dibungkus daun pisang, kue mata roda terlihat klasik namun tetap menarik. Cocok dijual sebagai jajanan pasar atau kudapan keluarga.

15. Otak-otak Daun Pisang

Otak-otak daun pisang terbuat dari adonan ikan berbumbu yang dibungkus daun pisang lalu dipanggang atau dikukus. Aroma khas daun pisang membuat rasanya semakin nikmat.

Otak-otak sangat fleksibel untuk usaha, bisa dijual per bungkus atau paket. Target pasarnya luas, dari anak-anak hingga orang dewasa. Jajanan ini sangat cocok dijual sore hingga malam hari karena rasanya yang gurih dan mengenyangkan.

FAQ Seputar Jualan dengan Daun Pisang

1. Apakah daun pisang aman digunakan sebagai pembungkus makanan?

Ya, daun pisang aman dan sudah digunakan turun-temurun. Bahkan dapat menambah aroma alami pada makanan.

2. Bagaimana cara memilih daun pisang yang baik untuk jualan?

Pilih daun pisang yang masih segar, berwarna hijau, tidak sobek, dan lentur agar mudah dibentuk.

3. Apakah jajanan bungkus daun pisang tahan lama?

Umumnya jajanan basah bertahan 1–2 hari. Penyimpanan yang tepat dan kebersihan sangat berpengaruh.

4. Apakah usaha jajanan tradisional masih laku di era modern?

Sangat laku, terutama karena tren nostalgia dan makanan ramah lingkungan semakin diminati.

5. Bagaimana cara memulai jualan jajanan daun pisang dengan modal kecil?

Mulailah dari 2–3 jenis jajanan, jual ke tetangga atau lewat media sosial, lalu kembangkan secara bertahap.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya