Pejabat Intelijen Kosta Rika Ungkap Dugaan Rencana Pembunuhan Presiden Rodrigo Chaves

Seperti apa penjelasan terkait rencana pembunuhan Presiden Chavez? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 14 Januari 2026, 09:53 WIB
Presiden Kosta Rika Rodrigo Chaves pada 28 November 2025. (Dok. AP Photo/Jose Diaz)

Liputan6.com, San Jose - Direktur Direktorat Intelijen dan Keamanan Nasional Kosta Rika, Jorge Torres, pada Selasa (13/1/2026) mengungkapkan adanya dugaan rencana pembunuhan terhadap Presiden Rodrigo Chaves menjelang pemilihan presiden dan legislatif. 

Torres, menyampaikan informasi tersebut kepada para jurnalis saat ia bersiap mengajukan pengaduan resmi ke kantor kejaksaan umum. Torres mengatakan bahwa informasi yang diterima bersifat rahasia dan berkaitan langsung dengan keselamatan kepala negara.

"Apa yang kami terima adalah informasi rahasia yang ingin saya catat secara resmi dalam pengaduan. Saya tidak ingin merinci, tetapi saya hanya ingin menyampaikan bahwa ini menyangkut nyawa presiden," ujar Torres kepada media lokal seperti dikutip dari laporan Associated Press.

Menurut Torres, pihaknya menerima sebuah panggilan telepon dari seorang perempuan yang melaporkan adanya dugaan rencana pembunuhan terhadap Presiden Chaves. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa pembayaran telah dilakukan kepada seorang pembunuh bayaran untuk melaksanakan aksi tersebut.

Torres juga menyatakan bahwa langkah-langkah pengamanan terhadap Presiden Chaves telah diperketat menyusul laporan tersebut. Presiden Chaves dikenal sebagai pemimpin berhaluan populis konservatif yang selama ini membangun citra sebagai sosok yang tegas dalam memberantas kejahatan.

Pengungkapan ini disampaikan bersamaan dengan agenda kunjungan Presiden El Salvador Nayib Bukele ke Kosta Rika. Bukele dikenal luas karena kebijakan keamanan kontroversialnya melalui tindakan keras terhadap kejahatan di negaranya.

Pada Rabu (14/1), Presiden Chaves dijadwalkan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan sebuah "mega-penjara" baru di Kosta Rika. Fasilitas tersebut direncanakan akan meniru model penjara yang sebelumnya dibangun oleh pemerintahan Bukele di El Salvador.

Kosta Rika dijadwalkan menggelar pemilihan presiden dan legislatif pada 1 Februari mendatang. Presiden Chaves tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri kembali, namun kandidat dari partai berkuasa, Laura Fernandez, termasuk di antara para calon presiden yang akan bertarung dalam pemilu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya