Liputan6.com, Jakarta - Program akselerator startup Grab Ventures Velocity (GVV) kembali menggelar acara graduation bagi startup peserta akselerator di Jakarta. Pada batch ke-8 ini, GVV resmi meluluskan lima startup terpilih dari lebih dari 160 pendaftar.
Seluruh startup lolos bergerak di bidang teknologi hijau dan solusi berkelanjutan, sejalan dengan tema GVV tahun ini, yakni “Driving Sustainable Future.”
Advertisement
Director of Digital Sustainability Grab Indonesia, Rifana Mezaya, menyampaikan ekosistem startup di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus melahirkan inovasi teknologi memberikan dampak nyata bagi Indonesia.
“Kami percaya ya ekosistem startup Indonesia itu sebenarnya berpotensi sekali untuk meneruskan inovasi teknologi bisa berdampak untuk masyarakat dan tentunya untuk membangun ekonomi bersama,” tuturnya saat pembukaan graduation Grab Ventures Velocity (GVV), di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Rifana menjelaskan, Grab telah menjalankan GVV sejak 2018 sebagai bentuk upaya mendukung startup lokal untuk mempererat skala bisnis, melalui penguatan kepemimpinan, pendampingan, hingga peluang kolaborasi dengan ekosistem Grab.
Pada batch ke-8, GVV menggandeng Superbank sebagai mitra perbankan digital. Program ini juga didukung oleh Genesis Alternative Ventures sebagai mitra alternatif bagi pendanaan bagi startup.
Salah satu startup peserta, Casion, melihat peluang sinergi kuta dengan Grab. Startup fokus pada solusi pengisian daya kendaraan listrik (e-charging), melihat potensi sinergi kuat dengan Grab melalui program GVV. CEO Casion, Kevin Pudjiadi, menyebut kolaborasi tersebut sejalan dengan pengembangan armada kendaraan listrik Grab.
“Kita bisa bantu untuk support bukan hanya dari sisi chargingnya tapi juga untuk pinpoint area mana saja yang kita bisa ekspansi dan bukan hanya dari sini juga tapi kita juga bisa nge pilot untuk dari sisi dua produknya,” tuturnya.
Grab Gandeng GAC Hadirkan 20.000 Kendaraan Listrik di Asia Tenggara
Sementara itu, CEO sekaligus Co-founder Rekosistem, Ernest Layman, mengungkapkan bahwa perusahaannya yang fokus pada pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah tengah menjalankan pilot project bersama Grab melalui program GVV. Kolaborasi ini bertujuan memperluas penerapan praktik ekonomi sirkular dengan memanfaatkan jangkauan ekosistem Grab.
“Melalui pilot project ini, kami ingin berintegrasi dengan Grab agar penerapan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah dapat menjangkau cakupan yang lebih luas, baik bagi masyarakat maupun mitra di dalam ekosistem Grab. Saat ini, kami telah bekerja sama dengan tujuh lokasi merchant GrabFood sebagai tahap awal implementasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Grab menjalin kemitraan strategis dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) untuk memperluas adopsi kendaraan listrik di kawasan. Dalam tahap awal, kolaborasi tersebut mencakup penyediaan hingga 20.000 kendaraan listrik (electric vehicles/EV) berperforma tinggi di berbagai negara Asia Tenggara.
Kemitraan ini tidak hanya bertujuan menambah jumlah dan variasi armada kendaraan listrik Grab, tetapi juga meningkatkan pengalaman berkendara bagi mitra pengemudi. Grab dan GAC berfokus pada integrasi sistem guna mendukung operasional ride-hailing yang lebih efisien, aman, dan nyaman.
Sebagai langkah awal, tiga model kendaraan listrik unggulan GAC, yakni AION Y, AION ES, dan AION V, akan dihadirkan di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Ketiga model tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengemudi profesional, termasuk fitur bukaan pintu hingga 90 derajat serta ruang kaki belakang yang luas.
Masa Depan Berkelanjutan
Di sisi lain, Chief Product Officer Grab, Philipp Kandal, menegaskan bahwa inovasi ini bertujuan memberdayakan mitra pengemudi.
“Grab terus menghadirkan inovasi yang dapat memberdayakan mitra pengemudi. Dengan mengintegrasikan aplikasi mitra pengemudi Grab langsung ke layar kokpit GAC, mitra pengemudi dapat menerima data penting secara tepat waktu, seperti navigasi yang presisi dan peringatan keselamatan, dengan lebih ergonomis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).
Philipp menambahkan bahwa kolaborasi ini juga memperkuat komitmen Grab terhadap masa depan berkelanjutan dan target netralitas karbon pada 2040. Ketiga model kendaraan listrik GAC dipilih karena keunggulannya dari sisi keselamatan, jarak tempuh, dan kenyamanan.
11.000 Kendaraan Listrik di Indonesia
Seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Asia Tenggara yang meningkat hampir 50% sepanjang 2024 menurut laporan IEA, Grab berkomitmen menjadi pionir pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan ini.
Di Indonesia sendiri, Grab telah mengoperasikan lebih dari 11.000 kendaraan listrik sejak 2019 di berbagai kota. Ke depan, Grab menegaskan jumlah armada kendaraan listrik akan terus bertambah dan diperluas guna mendukung pengurangan emisi karbon serta transportasi perkotaan yang lebih berkelanjutan.