Liputan6.com, Washington D.C - NATO dan Pemerintah Greenland menyatakan komitmen untuk memperkuat keamanan di kawasan Arktik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kemungkinan pengambilalihan Greenland.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa keamanan dan pertahanan pulau tersebut berada dalam kerangka NATO, dikutip dari laman France24, Selasa (13/1/2026).
Advertisement
Ia mengatakan bahwa pemerintah Greenland akan memastikan setiap pengembangan pertahanan di dan sekitar wilayahnya dilakukan melalui kerja sama erat dengan aliansi militer itu, termasuk melalui koordinasi dengan Amerika Serikat dan Denmark.
Nielsen menekankan bahwa penguatan pertahanan di Greenland harus berlangsung dalam dialog dengan negara-negara sekutu dan sejalan dengan kepentingan kolektif NATO. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan Arktik yang semakin strategis secara geopolitik.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte juga menyampaikan bahwa aliansi tengah menyiapkan “langkah-langkah selanjutnya” untuk meningkatkan keamanan di kawasan Arktik. Sejumlah diplomat NATO menyebutkan beberapa negara anggota telah mengemukakan gagasan pembentukan misi baru di wilayah tersebut, meski hingga kini belum ada proposal konkret yang diajukan.
Pernyataan itu muncul setelah Trump kembali menyuarakan gagasan agar Greenland berada di bawah kendali Amerika Serikat, dengan alasan kepentingan keamanan nasional. Greenland, wilayah otonom Denmark, memiliki posisi strategis di Arktik dan kaya sumber daya alam, termasuk mineral langka yang dibutuhkan industri teknologi global.
Di sisi lain, Denmark meningkatkan upaya pertahanan dan diplomasi untuk meredakan ketegangan. Pemerintah Denmark mengalokasikan anggaran besar untuk keamanan kawasan Arktik dan menegaskan penolakannya terhadap pengambilalihan Greenland oleh negara mana pun.
Greenland saat ini memiliki pangkalan militer Amerika Serikat dan terbuka terhadap penguatan kehadiran militer NATO selama dilakukan dalam kerangka kerja sama aliansi. Pemerintah Greenland dan Denmark menegaskan bahwa stabilitas dan keamanan Arktik harus dijaga melalui mekanisme multilateral, bukan melalui langkah sepihak.
Jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Greenland menentang wacana pengambilalihan oleh Amerika Serikat, meski kekhawatiran publik meningkat seiring menguatnya rivalitas global di kawasan Arktik.