Khamenei Samakan Trump dengan Firaun di Tengah Gelombang Protes Iran

Iran telah dilanda demonstrasi sejak 28 Desember 2025, bermula dari aksi protes di Grand Bazaar Teheran yang dipicu anjloknya nilai rial.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 13 Januari 2026, 14:05 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (AP)

Liputan6.com, Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menyindir Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengunggah ilustrasi yang menggambarkannya sebagai firaun kuno. Dalam unggahan di media sosial X pada Senin, Khamenei memperingatkan bahwa Trump pada akhirnya akan menghadapi nasib yang sama seperti para tiran dalam sejarah.

Gambar yang dibagikan melalui akun resmi Khamenei itu menampilkan sebuah sarkofagus bergaya firaun yang runtuh, dengan potret Trump di bagian wajah, disertai tulisan singkat: “Seperti Firaun.”

Dalam keterangan berbahasa Persia yang menyertai unggahan tersebut, Khamenei menyebut para penguasa arogan yang berambisi mendominasi dunia—seperti Firaun, Nimrod, Reza Khan, dan Mohammad Reza—pada akhirnya digulingkan ketika berada di puncak kekuasaan.

“Yang ini pun akan digulingkan,” tulis Khamenei, dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa (13/1/2026).

Unggahan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, menyusul pernyataan-pernyataan keras Trump terhadap kepemimpinan Iran, termasuk komentarnya terkait gelombang protes dan kerusuhan domestik yang tengah berlangsung di negara tersebut.

Iran telah dilanda demonstrasi sejak 28 Desember 2025, bermula dari aksi protes di Grand Bazaar Teheran yang dipicu anjloknya nilai rial dan memburuknya kondisi ekonomi. Aksi tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota di berbagai provinsi.

Pemerintah Iran belum merilis data resmi korban. Namun, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan sedikitnya 544 orang tewas, termasuk demonstran dan anggota pasukan keamanan, serta lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

HRANA juga melaporkan sedikitnya 10.681 orang ditahan di 585 lokasi di seluruh Iran, mencakup 186 kota di seluruh 31 provinsi.

Sementara itu, jaringan Al Jazeera yang mengutip Kantor Berita Tasnim Iran melaporkan bahwa sedikitnya 109 anggota pasukan keamanan turut tewas selama kerusuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Situasi tersebut menambah ketegangan politik dan keamanan di Iran, di tengah tekanan eksternal dan krisis ekonomi yang kian dalam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya