AS Belum Putuskan Nasib Bitcoin Venezuela Bernilai USD 60 Miliar

Ketua SEC AS menyatakan belum jelas soal kemungkinan penyitaan Bitcoin Venezuela senilai USD 60 miliar pasca penahanan Maduro.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 13 Januari 2026, 18:00 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Pasca perubahan politik dramatis di Venezuela, Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) Paul Atkins angkat suara soal kemungkinan pemerintah AS menyita cadangan Bitcoin yang dilaporkan dimiliki negara Amerika Latin itu.

Isu ini mencuat saat rumor berkembang bahwa Venezuela mungkin memiliki cadangan Bitcoin senilai hingga USD 60 miliar, meskipun klaim itu belum dapat diverifikasi.

DIkutip dari Coinmarketcap, Selasa (13/1/2026), Atkins menanggapi spekulasi tersebut. Ketika ditanya apakah AS akan mengambil alih aset kripto tersebut, ia mengatakan bahwa keputusan penyitaaan tersebut bukan merupakan keputusan SEC. 

"Saya menyerahkan keputusan itu kepada bagian lain dari pemerintahan," kata dia.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun isu penyitaan Bitcoin Venezuela ramai diperbincangkan, masih belum jelas apa langkah resmi yang akan diambil pemerintah AS.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Digital Asset Market Clarity Act

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Isu cadangan Bitcoin ini muncul bersamaan dengan penahanan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS. Laporan intelijen bahkan menyebut negara itu mungkin menyimpan sekitar 600.000 BTC di “cadangan bayangan”, namun angka ini belum terkonfirmasi melalui analisis blockchain yang kredibel.

Selain itu, pernyataan Atkins juga terkait dengan upaya legislatif AS untuk memperjelas regulasi aset digital.

DPR AS telah meloloskan Digital Asset Market Clarity Act yang bertujuan memberikan aturan lebih rinci soal pengawasan kripto, termasuk pembagian otoritas antara SEC dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

RUU ini tengah dibahas di Senat dan diharapkan dapat memberikan kepastian aturan bagi industri kripto yang selama ini penuh ketidakpastian.

Namun, sampai saat ini belum ada keputusan formal tentang apakah AS akan benar-benar menyita Bitcoin tersebut.

Ketidakpastian regulasi serta klaim tentang cadangan yang belum terbukti membuat masa depan aset kripto Venezuela tetap penuh tanda tanya.bitco

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya