Musim Manchester United Bergerak ke Arah yang Berbahaya

Manchester United kehabisan alasan setelah tersingkir dari Piala FA, tekanan meningkat menuju target Liga Champions musim ini.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 13 Januari 2026, 01:11 WIB
Manajer interim Manchester United Darren Fletcher berjalan meninggalkan lapangan bersama pemain Manchester United Joshua Zirkzee usai laga putaran ketiga FA Cup/Piala FA antara Manchester United vs Brighton di Manchester, Inggris, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United memasuki musim ini dengan beban fisik yang lebih ringan karena tanpa kompetisi Eropa. Akan tetapi, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan tim yang rapuh sejak awal kalender kompetisi.

Harapan untuk fokus di liga sempat muncul setelah kekalahan memalukan dari Grimsby Town di Carabao Cup. Namun, hasil itu juga menandai betapa jauhnya standar performa yang seharusnya dimiliki klub sebesar MU.

Keterpurukan berlanjut hingga Piala FA yang selama ini menjadi jalur realistis menuju trofi. Kekalahan kandang dari Brighton menutup peluang itu dan mempertegas bahwa musim ini bergerak ke arah yang berbahaya.


Piala FA yang Menguapkan Sisa Harapan Manchester United

Pemain MU, Bruno Fernandes, frustrasi setelah timnya disingkirkan Brighton & Hove Albion pada lanjutan Piala FA 2025/2026, Minggu (11/1/2026) malam WIB. (PETER POWELL / AFP)

Tidak ada skandal besar dalam kekalahan dari Brighton karena lawan tampil rapi dan terorganisasi. Akan tetapi, tampil hampir dengan kekuatan penuh di Old Trafford menuntut hasil yang lebih meyakinkan.

Gol pembuka Brajan Gruda terjadi melalui kesalahan mendasar di lini belakang yang sulit diterima di level ini. Namun, masalah utama bukan hanya satu momen, melainkan penampilan kolektif yang jauh dari standar.

Keputusan manajemen menunjuk pelatih interim memberi sinyal bahwa klub sedang menunda solusi jangka panjang. Langkah ini masuk akal secara administratif, tetapi berdampak pada persepsi bahwa sisa musim berjalan tanpa visi kuat.

Michael Carrick berada di garis terdepan sebagai kandidat sementara yang disukai publik. Namun, dukungan emosional tidak otomatis berubah menjadi jawaban taktis di lapangan.


Tekanan Liga dan Akuntabilitas Skuad Manchester United

Striker Manchester United asal Slovenia bernomor punggung 30, Benjamin Sesko, bereaksi selama pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Stadion Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 Januari 2026. (PETER POWELL/AFP)

Tanggung jawab terbesar kini berada di pundak para pemain yang tersedia setiap pekan. Performa inkonsisten menunjukkan bahwa masalahnya melampaui pergantian pelatih atau arah manajemen.

Target finis di zona Liga Champions menjadi keharusan absolut, bukan ambisi tambahan. Kegagalan mencapai sasaran itu akan memperumit proses pembangunan ulang yang sudah menanti.

Keuntungan jadwal yang lebih ringan seharusnya memberi ruang untuk stabilitas performa. Namun, alasan seperti rotasi, kelelahan, atau minimnya waktu latihan kini tidak lagi relevan.

Musim ini perlahan mengarah menjadi lebih buruk dari musim sebelumnya jika tidak ada perubahan cepat. Manchester United berada di titik di mana hasil akhir liga akan menentukan seberapa besar krisis yang harus dihadapi pada langkah berikutnya.

Sumber: Manchester Evening News


Klasemen Premier League/Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya