Prabowo Geram ke Direksi BUMN: Sudah Rugi Masih Minta Tantiem, Dableg!

Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik pedas terhadap jajaran direksi BUMN yang rugi namun tetap meminta bonus atau tantiam.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 12 Januari 2026, 18:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026). Prabowo mengkritik para direksi BUMN. (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengkritik kinerja jajaran direksi BUMN yang dinilainya tidak menunjukkan etika dan tanggung jawab. Ia menyoroti kondisi sejumlah BUMN yang sudah mencatatkan kerugian, namun masih berani meminta tantiam atau bonus kinerja.

Menurut Presiden, sikap tersebut mencerminkan rendahnya rasa malu dan kepedulian terhadap kondisi keuangan negara. Bahkan kata Prabowo, ia telah memberikan tugas khusus kepada kepala Danantara serta sejumlah menteri terkait untuk membersihkan BUMN dari praktik-praktik yang merugikan.

"Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya beri tugas kepada kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiam lagi. Nggak tahu malu. Dableg!," kata Prabowo dalam Peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan BUMN kembali fokus pada tujuan awalnya, yakni memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.

Presiden juga menegaskan bahwa jabatan direksi bukanlah hak yang tidak bisa diganggu gugat. Jika ada pihak yang merasa tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, Presiden meminta agar yang bersangkutan segera mengundurkan diri.

"Kalau nggak mau, kalau nggak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja, segera minta berhenti. Banyak yang siap digantikan. Saya percaya banyak yang siap digantikan," ujarnya.

 

Kritik Keras

Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek RDMP Balikpapan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (12/1/2025). (Liputan6.com/Nanda)

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyoroti persoalan moral hazard di level manajemen BUMN. Ia menilai selama ini ada pihak-pihak yang menduduki posisi strategis namun justru membohongi atasan, bahkan menipu presiden, demi kepentingan pribadi.

Praktik semacam ini, menurutnya, menjadi salah satu penyebab utama lemahnya kinerja BUMN. Presiden menegaskan bahwa era pembiaran telah berakhir. Ia meminta seluruh jajaran manajemen BUMN untuk menghentikan praktik manipulatif dan tidak transparan.

"Selama ini banyak di posisi management, di posisi kritis, membohongi atasan, menipu atasan, menipu presiden, untuk mencari keuntungan pribadi. Sekarang, harus hentikan seperti itu. Kita harus benar-benar menjaga kekayaan negara," ujarnya.

 

Pentingnya Swasembada Energi

Presiden Prabowo Subianto dalam Peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026). Prabowo mengkritik para direksi BUMN. (Liputan6.com/Tira)

Dalam konteks strategis, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian dan swasembada energi. Ia menyatakan bahwa Indonesia sebenarnya mampu mencapai tujuan tersebut, namun selama ini terkendala oleh lemahnya kemauan dan kepemimpinan di level manajemen.

Presiden juga mengaitkan pembenahan BUMN dengan agenda besar hilirisasi industri. Program hilirisasi, menurutnya, membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat dan tata kelola yang bersih.

"Saya kira yang paling penting itu kita menuju suasem pada energi, kita mampu. Kalau kita tidak kuat, tapi kita kaya, bisa-bisa kekayaan kita direbut. Karena itu kita harus bekerja keras. Program hilirisasi kita membutuhkan uang," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya