Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG terjadi di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 30,6 triliun.
Mengutip data RTI, pada pukul 14.41 WIB, IHSG melemah 1,05% ke posisi 8.843. Indeks saham LQ45 melemah 0,57% ke posisi 863. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Kapitalisasi pasar saham tercatat Rp 16.079 triliun.
Advertisement
Pada sesi kedua perdagangan saham IHSG berada di level tertinggi 9.000,96 dan level terendah 8.715,41. Sebanyak 508 saham melemah sehingga bebani IHSG. 215 saham menguat dan 91 saham diam di tempat. Total frekwensi perdagangan tercatat 4.091.500 kali dengan volume perdagangan asham 57,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 31 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.833.
Mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham infrastruktur turun 2,63% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 1,77%, sektor saham basic turun 0,08%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,80%.
Selanjutnya sektor saham kesehatan terpangkas 0,62%, sektor saham keuangan merosot 1,21%, sektor saham teknologi terperosok 2,07% dan sektor saham infrastruktur susut 2,64%.
Di sisi lain, sektor saham basic menguat 0,06%, sektor saham industri melambung 1,78%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham consumer siklikal menguat 1,31%, sektor saham properti bertambah 0,28% dan sektor saham transportasi melesat 0,35%.
Penutupan IHSG Sesi Pertama
Sebelumnya, IHSG ditutup naik tipis 0,13% ke posisi 8.947,96. Indeks aham LQ45 melambung 0,21% ke posisi 869,85. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi 9.000,96 dan level terendah 8.941,71. Sebanyak 359 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 311 saham melemah sehingga menahan kenaikan IHSG. 141 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.624.176 kali dengan volume perdagangan saham 33,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,7 triliun.
Sektor saham bervariasi. Sektor saham consumer siklikal naik 2,9% dan catat kenaikan terbesar. Diikuti sektor saham transportasi melambung 2,35%, dan sektor saham industri meroket 2,23%. Sektor saham energi menanjak 0,26%, sektor saham basic melejit 1,56%.
Lalu sektor saham properti menguat 1,83%. Sedangkan sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,02%, sektor saham kesehatan melemah 0,04%, sektor saham keuangan terpangkas 0,50%, sektor saham teknologi terperosok 0,41% dan sektor saham infrastruktur susut 1,06%.
Pembukaan IHSG
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada awal sesi perdagangan saham, Senin (12/1/2026). IHSG hari ini menguat mengikuti bursa saham Asia Pasifik yang menghijau dan sektor saham basic memimpin kenaikan di antara sektor saham lainnya.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 55,01 poin ke posisi 8.991,76 dari penutupan sebelumnya 8.936,75. Pada pukul 09.23 WIB, IHSG naik 0,39% ke posisi 8.971,56. Indeks saham LQ45 bertambah 0,59% ke posisi 873. Mayoritas indeks saham acuan menghijau pada awal pekan ini.
Awal sesi perdagangan, IHSG kembali sentuh rekor tertinggi 9.000,96 dan level terendah 8.956,01. Sebanyak 305 saham melemah sehingga bebani IHSG. 280 saham menguat dan 137 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 870.095 kali dengan volume perdagangan saham 10,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.831.
Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham teknologi susut 0,63% dan sektor saham infrastruktur merosot 0,47%. Sedangkan sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,02%.
Di sisi lain, sektor saham basic melompat 2,36%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menguat 0,67%, sektor saham industri melambung 0,51%. Lalu sektor saham consumer siklikal meroket 1,66%, sektor saham properti melejit 1,54%, dan sektor saham transportasi terbang 0,78%.