Saham RLCO Menguat 12,22% pada Sesi Pertama

Intip pergerakan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) pada perdagangan saham sesi pertama, Senin, (12/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Januari 2026, 13:21 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) berkurang hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Senin (12/1/2026). Harga saham RLCO melonjak di tengah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terbatas.

Mengutip data RTI, pada penutupan sesi pertama perdagangan, saham RLCO melonjak 12,22% menjadi Rp 4.500 per saham. Harga saham RLCO dibuka naik 990 poin ke posisi Rp 5.000 per saham. Saham RLCO berada di level tertinggi Rp 5.000 dan level terendah Rp 3.700 per saham. Total frekuensi perdagangan 31.847 kali dengan volume perdagangan saham 298.253 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 138,1 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham RLCO melonjak 113,68% dalam lima hari terakhir. Sejak pencatatan saham perdana di BEI pada 8 Desember 2025, harga saham RLCO terbang 2.876% dari harga perdana di kisaran Rp 168 per saham.

Pada sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 0,13% ke posisi 8.947,96. Indeks aham LQ45 melambung 0,21% ke posisi 869,85. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 9.000,96 dan level terendah 8.941,71. Sebanyak 359 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 311 saham melemah sehingga menahan kenaikan IHSG. 141 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.624.176 kali dengan volume perdagangan saham 33,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,7 triliun.

Sektor saham bervariasi. Sektor saham consumer siklikal naik 2,9% dan catat kenaikan terbesar. Diikuti sektor saham transportasi melambung 2,35%, dan sektor saham industri meroket 2,23%. Sektor saham energi menanjak 0,26%, sektor saham basic melejit 1,56%.

Lalu sektor saham properti menguat 1,83%. Sedangkan sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,02%, sektor saham kesehatan melemah 0,04%, sektor saham keuangan terpangkas 0,50%, sektor saham teknologi terperosok 0,41% dan sektor saham infrastruktur susut 1,06%.

Saham RLCO Sempat Melonjak 24%

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) kembali menguat pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Harga saham RLCO juga menyentuh batas auto reject atas (ARA).

Mengutip data RTI, harga saham RLCO dibuka naik 990 poin ke posisi Rp 5.000 per saham. Kenaikan itu setara 24,69%. Pada awal pekan ini, harga saham RLCO berada di level tertinggi dan terendah Rp 5.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.703 kali dengan volume perdagangan saham 31.277 saham. Nilai transaksi harian Rp 15,6 miliar. Seiring kenaikan itu, kapitalisasi pasar saham RLCO mencapai Rp 15,62 triliun.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham RLCO melonjak 113,68% dalam lima hari terakhir. Sejak pencatatan saham perdana di BEI pada 8 Desember 2025, harga saham RLCO terbang 2.876% dari harga perdana di kisaran Rp 168 per saham.

Sementara itu, pada awal pekan ini, Senin, 12 Januari 2026, IHSG menguat 0,27% ke posisi 8.961. Indeks saham LQ45 menguat 0,39% ke posisi 871,55. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

 

RLCO Bakal Ekspor Produk Sarang Walet ke Thailand dan AS pada 2026

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) membidik pasar ekspor baru dari produk olahan sarang burung waletnya. Thailand dan Amerika Serikat (AS) akan dilakukan pada 2026, tahun depan.

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata mengatakan ada 4 negara yang memang dibidiknya. Vietnam menjadi negara pertama yang jadi tujuan ekspor dan dilakukan pada akhir 2025 ini.

"Nanti Thailand akan menyusul tahun depan dan ke Amerika," kata Edwin, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Adapun, ekspor ke Thailand akan direalisasikan pada kuartal II-2026, sedangkan pengiriman ke AS akan dilakukan di kuartal IV-2026 nanti. Pengirimannya merupakan produk olahan sarang burung walet atas penjualan secara online.

Edwin juga memberikan bocoran, perseroan membidik negara di kawasan Asia Tenggara. Filipina menjadi satu negara yang dinilainya potensial sebagai tujuan ekspor sarang burung walet.

"Mungkin Asia Tenggara ya, negara Asia Tenggara seperti Filipina itu salah satu yang kita sasar sebenarnya di tahun depan juga. Saat ini belum (ada negara di luar Asia), Amerika yang akan jadi salah satu pasar yang non-Asia yang akan kita sasar. Karena Amerika sendiri kan punya komunitas penduduk Asia yang sangat besar juga," jelas Edwin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya