Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) kembali menguat pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Harga saham RLCO juga melesat signifikan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas.
Mengutip data RTI, harga saham RLCO dibuka naik 990 poin ke posisi Rp 5.000 per saham. Kenaikan itu setara 24,69%. Pada awal pekan ini, harga saham RLCO berada di level tertinggi dan terendah Rp 5.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.703 kali dengan volume perdagangan saham 31.277 saham. Nilai transaksi harian Rp 15,6 miliar. Seiring kenaikan itu, kapitalisasi pasar saham RLCO mencapai Rp 15,62 triliun.
Advertisement
Berdasarkan data Google Finance, harga saham RLCO melonjak 113,68% dalam lima hari terakhir. Sejak pencatatan saham perdana di BEI pada 8 Desember 2025, harga saham RLCO terbang 2.876% dari harga perdana di kisaran Rp 168 per saham.
Sementara itu, pada awal pekan ini, Senin, 12 Januari 2026, IHSG menguat 0,27% ke posisi 8.961. Indeks saham LQ45 menguat 0,39% ke posisi 871,55. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.000,96 dan level terendah 8.946,97. Sebanyak 330 saham menguat sehingga angkat IHSG. 323 saham melemah dan 150 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.983.397 saham dan total volume perdagangan saham 24,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.841.
Sektor saham bervariasi. Sektor saham industri naik 2,76%, sektor saham consumer siklikal bertambah 2,67% dan sektor saham transportasi melambung 2,32%.
Selain itu, sektor saham energi mendaki 0,41%, sektor saham basic menguat 1,87%, sektor saham properti melesat 1,08%.
Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,10%, sektor saham kesehatan melemah 0,35%, sektor saham keuangan terpangkas 0,73%, sektor saham teknologi turun 0,56% dan sektor saham infrastruktur melemah 0,97%.
RLCO Bakal Ekspor Produk Sarang Walet ke Thailand dan AS
Sebelumnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) membidik pasar ekspor baru dari produk olahan sarang burung waletnya. Thailand dan Amerika Serikat (AS) akan dilakukan pada 2026, tahun depan.
Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata mengatakan ada 4 negara yang memang dibidiknya. Vietnam menjadi negara pertama yang jadi tujuan ekspor dan dilakukan pada akhir 2025 ini.
"Nanti Thailand akan menyusul tahun depan dan ke Amerika," kata Edwin, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Adapun, ekspor ke Thailand akan direalisasikan pada kuartal II-2026, sedangkan pengiriman ke AS akan dilakukan di kuartal IV-2026 nanti. Pengirimannya merupakan produk olahan sarang burung walet atas penjualan secara online.
Edwin juga memberikan bocoran, perseroan membidik negara di kawasan Asia Tenggara. Filipina menjadi satu negara yang dinilainya potensial sebagai tujuan ekspor sarang burung walet.
"Mungkin Asia Tenggara ya, negara Asia Tenggara seperti Filipina itu salah satu yang kita sasar sebenarnya di tahun depan juga. Saat ini belum (ada negara di luar Asia), Amerika yang akan jadi salah satu pasar yang non-Asia yang akan kita sasar. Karena Amerika sendiri kan punya komunitas penduduk Asia yang sangat besar juga," jelas Edwin.
Resmi IPO
Sebelumnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi tercatat di bursa efek Indonesia. Saham yang ditawarkan perusahaan melonjak hingga 34 persen di awal pembukaan perdagangan.
RLCO sendiri menetapkan harga penawaran di angka Rp 168 per saham. Saat pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO), saham RLCO melonjak 34,52% menjadi Rp 226 per saham.
Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata menyampaikan ini menjadi babak baru bagi perseroan. Namun, tak hanya itu, IPO RLCO menjadi tonggak sejarah baru industri pengolahan sarang walet di Indonesia.
Babak Baru
"Pencatatan saham di BEI bukan hanya menandai babak baru bagi perudahaan tapi juga babak baru bagi masyarakat indonesia. Karena mulai hari ini kita tidak lagi hamya berbicara tentang prestasi sebuah perusahaan semata," kata Edwin dalam seremoni IPO PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (8/12/2025).
BEI mencatat, saham RLCO diserbu oleh 520.000 ribu pada proses penawaran umum. Sehingga menjadikan RLCO mencatatkan oversubcribed terbesar sepanjang sejarah.
"Kami ucapkan selamat atas IPO yang menjadi perusahaan tercatat ke 25 di tahun 2025. Menjadikan total perusahaan tercatat menjadi 955," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.
Buat Modal Kerja
Dana hasil IPO akan dialokasikan mayoritas untuk modal kerja. Sekitar 56,33% akan memenuh kebutuhan modal perseroan, termasuk pembelian sarang burung walet.
Sementara itu, 43,67% sisanya akan disalurkan ke anak usaha RLCO, PT Realfood Winta Asia dalam bentuk penyertaan modal. Selanjutnya juga akan digunakan untuk membeli bahan baku, sarang burung walet.
RLCO melepas sekitar 625.000.000 saham yang setara 20 persen porsi saham kepada publik. Dengan begitu, ada sekitar Rp 105 miliar yang dihimpun dalam IPO perseroan