Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Pengendalian Ekspor Venezuela oleh AS

Harga minyak menguat seiring kekhawatiran gangguan pasokan dari Iran dan ketidakpastian ekspor minyak Venezuela.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 10 Januari 2026, 08:30 WIB
Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Jumat, didorong kekhawatiran potensi gangguan produksi Iran serta ketidakpastian pasokan dari Venezuela. Pelaku pasar mencermati perkembangan geopolitik yang dinilai berisiko terhadap pasokan global.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (10/1/2026), harga minyak Brent naik USD 1,45 atau 2,34% ke level USD 63,44 per barel pada pukul 13.28 waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat USD 1,48 atau 2,56% menjadi USD 59,24 per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut juga mencatatkan kenaikan lebih dari 3% pada perdagangan Kamis, setelah sebelumnya melemah dua hari berturut-turut. Secara mingguan, Brent berpeluang naik sekitar 2,8%, sementara WTI menguat 1,5%.

“Aksi protes di Iran tampaknya semakin menguat, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan,” ujar Head of Commodity Analysis Saxo Bank Ole Hansen.

Gejolak sipil di Iran, salah satu produsen minyak utama di Timur Tengah, serta kekhawatiran meluasnya dampak perang Rusia-Ukraina terhadap ekspor minyak Rusia, turut meningkatkan kekhawatiran pasar akan pasokan global.

 

Ekspor Minyak Venezuela

Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Di sisi lain, Gedung Putih dijadwalkan bertemu dengan perusahaan minyak dan rumah dagang pada Jumat untuk membahas kesepakatan ekspor minyak Venezuela. Dinamika ini menambah ketidakpastian pasokan minyak dunia dalam jangka pendek.

Presiden AS Donald Trump disebut menuntut Venezuela memberikan akses penuh kepada Amerika Serikat (AS) terhadap sektor minyak negara tersebut. Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Pejabat AS menyatakan Washington akan mengendalikan penjualan minyak dan pendapatan Venezuela untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Sejumlah perusahaan besar, termasuk Chevron Corp, rumah dagang global Vitol dan Trafigura, serta perusahaan lain, dikabarkan bersaing untuk mendapatkan kesepakatan dengan pemerintah AS.

Kesepakatan ini terkait pemasaran hingga 50 juta barel minyak yang menumpuk dalam persediaan perusahaan minyak negara PDVSA di tengah embargo ketat, termasuk penyitaan empat kapal tanker.

“Pasar akan fokus pada hasilnya dalam beberapa hari ke depan terkait bagaimana minyak Venezuela yang tersimpan akan dijual dan dikirimkan,” kata market strategist Moomoo ANZ Tina Teng.

 

Pemadaman Internet Iran

Ilustrasi harga minyak dunia (dok: Foto AI)

Sementara itu, kelompok pemantau internet NetBlocks melaporkan pemadaman internet secara nasional di Iran pada Kamis, seiring berlanjutnya aksi protes di Teheran, Mashhad, Isfahan, dan sejumlah wilayah lain akibat tekanan ekonomi.

Namun demikian, tekanan dari sisi fundamental masih membayangi. Haitong Futures mencatat persediaan minyak global terus meningkat, sehingga risiko kelebihan pasokan tetap menjadi faktor utama yang berpotensi menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya