Kemenhub Pastikan Operasional Bandara Juanda Terkendali Usai Puting Beliung

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, kondisi cuaca ekstrem seperti puting beliung di Bandara Juanda berdampak sementara terhadap operasional penerbangan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Januari 2026, 23:45 WIB
Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (Foto: Dok Pengelola Bandara Juanda)

Liputan6.com, Jakarta - Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur dipastikan tetap beroperasi dengan aman dan terkendali setelah cuaca buruk berupa angin puting beliung pada Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 14.10 WIB.

"Seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat melakukan pengamanan, pemeriksaan dan pemulihan untuk memastikan keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa, dikutip dari Antara, Jumat, (9/1/2026).

Ia menuturkan, kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak sementara terhadap operasional penerbangan berupa holding kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat ke bandar udara alternatif.

"Seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah prioritas,” ujar Lukman.

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Surabaya tercatat mengalami holding, antara lain penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

Selain itu, beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani di Semarang Jawa Tengah akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan di Bandara Juanda. Tidak terdapat laporan kerusakan pesawat dari seluruh maskapai yang terdampak.

Pada sisi udara, angin kencang menyebabkan beberapa peralatan ground support equipment, khususnya tangga penumpang di area apron, mengalami pergeseran dan roboh. Seluruh kejadian telah ditangani dan tidak berdampak pada pesawat.

Hasil pemeriksaan memastikan landasan pacu (runway) dan apron bersih dari foreign object debris (FOD), fasilitas navigasi penerbangan dilaporkan tidak ada yang rusak dan beroperasi normal serta perimeter bandara tetap terjaga.

 

Proses Pemulihan

Di area Terminal 1, terdapat pohon tumbang dan rambu yang roboh di akses jalan masuk sisi utara sehingga arus kendaraan sempat dialihkan dan kini telah kembali normal.

Beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa pohon di area parkir, namun kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif.

Proses pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, BPBD, dan unsur internal pengelola bandara.

Sementara itu, Terminal 2 tidak mengalami dampak signifikan. Operasional terminal dan arus lalu lintas kendaraan berjalan lancar, serta kondisi di dalam gedung tetap aman dan terkendali.

Terkait pelayanan penumpang, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat cuaca buruk, di antaranya penerbangan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air dan Xiamen Airlines.

 

Kemenhub Terus Perkuat Pengawasan

Maskapai dan pengelola bandara telah menerapkan delay management sesuai ketentuan melalui pembaruan informasi jadwal pada Flight Information Display System (FIDS), penyampaian pengumuman kepada penumpang, serta pemberian kompensasi.

“Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang,” kata Lukman.

Kemenhub terus memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor dan pemangku kepentingan guna memastikan operasional Bandara Juanda berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna jasa atas pengertian dan kerja sama selama penanganan dampak cuaca buruk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya