Ketahui Pentingnya Atur Suhu AC Mobil Saat Berkendara Malam Hari

Menjaga kenyamanan dan keselamatan ketika berkendara malam hari tak lepas dari pengaturan suhu AC mobil yang tepat.

oleh Zaidan Fakhir HeryaniDiterbitkan 20 Januari 2026, 06:11 WIB
Begini Cara Menjaga AC Mobil Tetap Sejuk dan Bersih (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Berkendara pada malam hari menawarkan pengalaman tersendiri. Suasana lebih sepi, lalu lintas yang lebih lancar, dan pemandangan jalan yang berbeda dari siang hari. Namun, di balik itu semua terdapat tantangan pada aspek kenyamanan dan keselamatan, salah satunya ialah tentang pengaturan suhu AC mobil.

Walaupun AC sering dianggap hanya sekadar penyejuk udara, posisinya sangat penting terutama ketika Anda sedang berada di balik kemudi dalam kondisi gelap dan perubahan suhu yang drastic.

Dilansir suzuki.co, Senin (19/1/2026), pengaturan suhu yang tidak tepat dapat berdampak pada fokus pengendara, terjadinya kabut kaca, bahkan pada tingkat konsumsi bahan bakar.

Saat malam tiba, suhu udara biasanya akan mengalami penurunan secara signifikan disbanding dengan siang hari. AC yang sudah disetel terlalu dingin justru dapat membuat tubuh menjadi kedinginan, mata cepat lelash, dan konsentrasi menurun.

Sebaliknya, suhu yang terlalu hangat dapat membuat pengendara mudah mengantuk karena suasana kabin yang terlalu lembab dan tidak nyaman. Oleh karena itu, memahami cara menyetel suhu AC secara tepat saat malam sangat krusial agar perjalanan tetap nyaman sekaligus aman.

Tak hanya itu, pengaturan AC yang benar juga dapat membantu mencegah kabut pada kaca mobil, terutama ketika perbedaaan suhu luar dan dalam kabin cukup ekstrem.

Kabut kaca bisa mengganggu visibilitas dan mengurangi kemampuan pengemudi untuk melihat situasi di jalan.

Dengan mengetahui tips yang tepat dari para ahli otomotif, Anda dapat menyesuaikan suhu AC mobil agar tetap sejuk namun tidak berlebihan, sehingga meningkatkan kenyamanan berkendara di malam hari tanpa mengorbankan fokus dan keselamatan.

Atur Suhu AC Ideal Saat Malam Hari

Ilustrasi AC mobil (cargurus.com)

Ketika berkendara di malam hari, suhu AC yang disarankan oleh sejumlah praktisi otomotif berada di kisaran 22-24 derajat celcius. Rentang ini dianggap mampu untuk memberikan kesejukan yang nyaman tanpa harus menimbulkan sensasi dingin berlebihan yang membuat tubuh menjadi cepat lelah.

Suhu terlalu rendah juga bisa membuat sistem AC bekerja lebih keras sehingga memengaruhi konsumsi bahan bakar.

Tak hanya itu saja, Anda disarankan untuk menggunakan mode sirkulasi udara dalam kabin (reciculation) setelah suhu ideal tercapai. Mode ini membantu menjaga suhu tetap stabil, terutama saat udara malam cenderung lebih dingin dan lembap.

Satu hal yang paling sering dilupakan oleh pengendara adalah menghindari perubahan suhu yang terlalu ekstrem dalam waktu singkat.

Hindari Perbedaan Suhu Ekstrem

Kebiasaan kecil seperti merokok atau membuka jendela saat AC menyala bisa bikin sistem pendingin mobil cepat rusak (Hvarcess)

Ada hal yang sering dilupakan yaitu menghindari perubahan suhu yang ekstrem dalam waktu singkat, seperti dari mode AC suhu dingin langsung ke suhu panas saat cuaca malam sangat dingin.

Perubahan seperti ini selain membuat tubuh menjadi kaget, juga dapat memicu kabut pada kaca depan akibat perbedaan suhu luar-dalam yang signifikan.

Untuk itu, lakukann penyesuaian suhu secara bertahap sambil memastikan ventilasi udara tetap mengalir dengan baik.

Ventilasi yang baik dapat membantu pengendara dan penumpang tetap nyaman tanpa harus menurunkan atau menaikkan suhu secara drastis.

Karena itulah sebaiknya suhu AC juga harus dijaga supaya tidak terlalu dingin. Aturlah supaya tetap nyaman saat berada di dalam kabin mobil selama perjalanan di malam hari tapi tidak membuat pengemudi merasa mengantuk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya