Menko Airlangga Pikir-pikir Beri Insentif di Awal 2026

Menko Airlangga masih mempelajari kondisi ekonomi Indonesia di awal 2026 mengingat ada sejumlah momen penting.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 09 Januari 2026, 19:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Menko Airlangga) dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Senin (15/12/2025). (Dok Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkap rencana pemerintah memberikan insentif pada awal 2026 ini. Namun, dia masih akan mempertimbangkannya lagi.

Airlangga mengaku masih akan mempelajari kondisi di awal 2026 ini. Termasuk pertimbangan adanya Ramadan dan Lebaran 2026 dalam kuartal I-2026.

"Kita akan monitor karena ini kan ada event Lebaran ya, kita akan monitor, kita akan pelajari dulu situasinya," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Seperti diketahui, pada awal 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah insentif ekonomi. Mulai dari diskon tarif listrik hingga insentif pajak.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan bocoran mengenai kebijakan diskon tarif listrik pada 2026 atau di tahun depan. Dia masih mempertimbangkan pemberian diskon tarif listrik tersebut.

Purbaya mengakui belum ada usulan soal pelaksanaan diskon tarif listrik untuk 2026 nanti. Pada 2025, ada diskon tarif listrik pernah diberikan sebesar 50 persen.

"Sampai sekarang belum ada usulan, nanti kita lihat seperti apa masukannya," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

 

Tunggu Ekonomi Membaik

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech saat Perayaan Hari Ulang Tahun Asosiasi Emiten Indonesia ke-37, Jumat (12/12/2025). (Foto: laman ekon.go.id)

Saat ini dia masih menimbang pemberian stimulus tadi selain dari usulan. Meskipun, Purbaya menyebut diskon tarif listrik tak perlu diberikan ketika ekonomi sudah berjalan lebih baik.

Dia turut meminta doa agar bisa mengerek ekonomi nasional menjadi semakin baik kedepannya.

"Jadi kalau ekonominya udah lari, emang gak usah. Nanti anda doain aja saya kerjanya benar, sehingga ekonominya bagus," tegas dia.

 

Promo Tambah Daya PLN

PLN berharap masyarakat bisa memanfaatkan stimulus ini secara bijak yang disesuaikan dengan kebutuhan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

PT PLN (Persero) kembali memberikan diskon tambah daya listrik sebesar 50% bagi pelanggan yang melakukan transaksi pada aplikasi PLN Mobile. Program bertajuk Tahun Baru Energi Baru ini berlaku mulai tanggal 7 hingga 20 Januari 2026.

Diskon ini ditujukan bagi pelanggan tegangan rendah satu fasa di semua golongan tarif, dengan daya awal 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA yang ingin menambah daya hingga 7.700 VA.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menyampaikan bahwa program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan yang ingin mengoptimalkan penggunaan energi listrik melalui penambahan daya dengan biaya yang terjangkau.

“Program ini hadir sebagai wujud apresiasi kepada pelanggan setia PLN dengan memberikan kemudahan sekaligus manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik secara andal dan efisien,” ujar Adi.

 

Syarat

Petugas melakukan pengecekan meteran listrik di ruang panel listrik di Kawasan Pejompongan, Jakarta, Senin (2/1). Februari, PT PLN (Persero) kembali menurunkan tarif dasar listrik (TDL) untuk 12 golongan pelanggan nonsubsidi. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Adi menambahkan, promo ini hanya berlaku bagi pelanggan yang telah terdaftar sebelum 1 Januari 2026 dan telah melunasi seluruh tagihan listrik atau kewajiban lain.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan promo diskon ini sebaik mungkin guna mendukung aktivitas dan produktivitas sehari-hari,” tambah Adi.

Sebagai ilustrasi, pelanggan dengan daya awal 900 VA yang ingin melakukan penambahan daya menjadi 7.700 VA cukup membayar sebesar Rp 3.294.600, 50 persen lebih hemat dibandingkan biaya normal sebesar Rp 6.589.200.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya