Liputan6.com, Roma Sebanyak 35 orang dilaporkan hilang dan dikhawatirkan tewas setelah pesawat jet Comet milik British Overseas Airways Corporation (BOAC) jatuh ke Laut Mediterania pada 10 Januari 1954. Pesawat tersebut sedang menempuh penerbangan dari S- Sebanyak 35 orang dilaporkan hilang dan dikhawatirkan tewas setelah pesawat jet Comet milik British Overseas Airways Corporation (BOAC) jatuh ke Laut Mediterania pada 10 Januari 1954. Pesawat tersebut sedang menempuh penerbangan dari Singapura menuju London dan mengalami kecelakaan sekitar 20 menit setelah lepas landas dari Roma, Italia, pada tahap akhir perjalanannya.
Menurut laporan BBC, Sabtu (10/1/2026), tim penyelamat menemukan dan mengevakuasi 15 jenazah dari lokasi kejadian. Hingga operasi pencarian berlangsung, pihak berwenang menyatakan belum ada korban yang berhasil diidentifikasi.
Advertisement
Di antara para penumpang pesawat terdapat 10 anak-anak yang tengah dalam perjalanan kembali ke Inggris untuk melanjutkan sekolah setelah liburan Natal. Selain itu, seorang koresponden Perang Dunia II, Chester Wilmot, juga tercatat berada dalam penerbangan tersebut.
Seorang nelayan setempat, Giovanni di Marco, mengaku menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan. Ia mengatakan pesawat terlihat meledak di udara sebelum jatuh ke laut di wilayah selatan Pulau Elba.
“Saya mendengar tiga ledakan yang terjadi sangat cepat, satu demi satu. Setelah itu semuanya sunyi. Beberapa mil dari tempat saya berada, saya melihat benda berwarna perak keluar dari awan dengan asap mengepul, lalu menghantam laut,” ujar Giovanni.
Benturan pesawat dengan permukaan laut disebut menimbulkan kepulan air besar. Warga sekitar berupaya membantu mengumpulkan jenazah yang ditemukan, namun keterbatasan peralatan membuat upaya penyelamatan berjalan terbatas.
Alarm bahaya dilaporkan berbunyi pada pukul 11.15 waktu setempat. Pesawat pencari milik Italia dikerahkan pada pukul 12.30, disusul tiga kapal yang tiba di lokasi puing-puing pesawat menjelang malam hari. Polisi setempat menyatakan operasi pencarian dan penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus dilakukan.
Rekam Jejak Kecelakaan dan Temuan Investigasi
Peristiwa tersebut merupakan insiden ketiga yang melibatkan Comet sejak pesawat mulai beroperasi pada 2 Mei 1952. Musibah terburuk sebelumnya terjadi tepat pada peringatan satu tahun peluncuran jet tersebut, saat 43 orang tewas sesaat setelah lepas landas dari Calcutta, India, akibat badai parah dan kegagalan struktur yang memicu kebakaran.
Pasca kejadian di Roma, BOAC menangguhkan sementara seluruh layanan jet Comet guna pemeriksaan. Penyelidikan penyebab pasti kecelakaan sempat terkendala karena mayoritas bangkai pesawat hilang di dasar laut.
Armada tersebut sempat kembali terbang setelah modifikasi, namun insiden serupa terulang pada 8 April 1954 saat Comet lain jatuh setelah meninggalkan Roma dan menewaskan seluruh penumpang. Hal itu menyebabkan operasional kembali dihentikan.
Pengujian mengungkap fakta bahwa badan pesawat tidak mampu menahan tekanan penerbangan. Kondisi tersebut memicu retakan yang menyebabkan pesawat meledak di udara.
Meski Comet 4 rilis pada 1958, Boeing 707 telah mengambil alih pasar dengan kapasitas dan jangkauan lebih besar. Produksi jet Inggris tersebut akhirnya berhenti total pada 1968.