Ketika 5 Hotel Mewah Berkolaborasi Menghidangkan Beragam Kuliner Indonesia

Travel + Leisure Co.menghadirkan 10 menu yang terinspirasi dari makanan khas Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Bali.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 09 Januari 2026, 06:00 WIB
Menu laksan Palembang dari Wyndham Opi Palembang yang merupakan bagian dari Wyndham Culinary Journey inisiasi Travel + Leisure Co. di lima hotel Wyndham di Indonesia. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Melalui "Wyndham Culinary Journey,"  Travel + Leisure Co. merayakan keberagaman kuliner Indonesia dengan menghadirkan 10 menu yang terinspirasi dari makanan khas Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Bali. Berbagai hidangan khas Nusantara ini akan tersedia di setiap restoran di lima hotel Wyndham di Indonesia.

Kelimanya adalah Wyndham Casablanca Jakarta, Wyndham Opi Hotel Palembang, Wyndham Surabaya City Centre, Wyndham Garden Kuta Beach Bali, dan Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali. Chef dari masing-masing hotel mempersembahkan sajian khas yang dikurasi dengan mempertimbangkan selera para tamu sebagai salah satu indikator.

"Wyndham Culinary Journey tercipta untuk memperkenalkan menu-menu terbaik. Saat ini, ada 10 menu terbaik yang telah disiapkan para chef, yang merupakan menu pilihan dari banyak menu di masing-masing properti. Jadi, menu-menu ini akan tersedia di (lima) hotel Wyndham secara rotasi," kata Area General Manager Indonesia Travel + Leisure Co, Indra Budiman, di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Menu sari laut bakar dabu-dabu dari Wyndham Casablanca Jakarta yang merupakan bagian dari Wyndham Culinary Journey inisiasi Travel + Leisure Co. di lima hotel Wyndham di Indonesia. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Chef Angga dari Wyndham Casablanca Jakarta menghadirkan buntut bakar Maranggi. Ini merupakan olahan buntut sapi yang dipanggang perlahan hingga empuk dan disajikan bersama kuah kaldu kental. Saat Lifestyle Liptutan6.com mencicipinya, tekstur daging empuk, namun tidak hancur saat digigit, jadi yang paling berkesan.

Bumbu Marangginya terasa cukup "kencang," dengan aroma smokey yang menggoda. Menu lainnya adalah sari laut bakar dabu-dabu yang dibakar bersama cumi dan udang. Sensasi pedas, manis, dan segar sambalnya mengimbangi tekstur kenyal cumi dan udang dengan sempurna, jadi setiap kunyahan terasa flavorful.

Mempertahankan Cita Rasa Asli

Acara peluncuran Wyndham Culinary Journey inisiasi Travel + Leisure Co. di Jakarta untuk merayakan keberagaman kuliner lokal di lima hotel Wyndham di Indonesia, 7 Januari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Chef Angga berkata, "Menu ini merupakan gabungan (bahan makanan dari) darat dan laut. Semuanya diolah dengan tetap mempertahankan cita rasa asli (dari masing-masing bahan)."

Kemudian Chef Wasito dari Wyndham Opi Hotel Palembang mempersembahkan nasi minyak iga bakar yang dilengkapi saus sambal nanas untuk menghadirkan sensasi segar. Nasi yang dimasak dengan mentega dan rempah pilihan ini beraroma harum khas.

Menu nasi minyak iga bakar dari Wyndham Opi Palembang yang merupakan bagian dari Wyndham Culinary Journey inisiasi Travel + Leisure Co. di lima hotel Wyndham di Indonesia. (Liputan6.com/Asnida Riani)

"Kami juga memakai minyak samin," kata juru masak itu. Gurih nasinya terasa lembut di lidah, membuatnya pas disantap bersama iga bakar yang sedikit manis.

Selain itu, ada pula laksan yang terbuat dari ikan tenggiri dan sagu yang dibentuk menyerupai pempek. Itu disajikan dengan kuah santan gurih dengan sentuhan pedas. Menurut saya, semua bahannya terasa halus, tidak ada yang langsung mengagetkan lidah, bahkan rasa ikan tenggiri dan kuah santannya.

Rawon Misoa yang Unik

Menu rawon misoa dari Wyndham Surabaya yang merupakan bagian dari Wyndham Culinary Journey inisiasi Travel + Leisure Co. di lima hotel Wyndham di Indonesia. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Tidak kalah nikmat, Wyndham Surabaya City Centre menghadirkan menu legendaris rawon misoa, kombinasi kuah hitam keluak dicampur daging sapi empuk dan misoa lembut. Tidak saya sangka, kombinasi misoa dan daging sapi rawon ternyata cocok.

Rasa gurih dari rawon tetap ada, namun alih-alih nasi, tekstur misoa yang lebih lembut memberi sensasi yang menyenangkan di setiap kunyahan. Melengkapi ragam hidangan Jawa Timur, ada pula tahu campur.

Hidangan ini memadukan tahu lembut, irisan daging, dan lentho yang disajikan hangat dengan kuah gurih. Aromanya jelas khas dan menggugah selera, sementara ragam tekstur bahannya mengelevasi cita rasa yang terasa autentik.

Menu kakap sambal matah dari Wyndham Garden Kuta Beach Bali yang merupakan bagian dari Wyndham Culinary Journey inisiasi Travel + Leisure Co. di lima hotel Wyndham di Indonesia. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Sementara itu, Wyndham Garden Kuta Beach Bali menghadirkan hidangan khas Bali selatan berupa ikan kakap sambal matah. Ikan kakapnya, kata Chef Steven, dijamin segar, karena ia membelinya langsung dari nelayan lokal setiap harinya.

Ikan Kakap sampai Paha Kambing Bakar

Menu paha kambing bakar sayur urap dari Wyndham Garden Kuta Beach Bali yang merupakan bagian dari Wyndham Culinary Journey inisiasi Travel + Leisure Co. di lima hotel Wyndham di Indonesia. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Ikan dimarinasi dengan bumbu khas, dikukus hingga mencapai tingkat kematangan sempurna, dan disajikan bersama sambal matah. Daging ikannya benar segar, teksturnya lembut, dan terasa ringan, jadi sambal matahnya lah yang akan memberi tendangan rasa pedas segar yang menyenangkan.

Selain itu, ada paha kambing bakar juga disajikan dengan urap dan saus manis gurih. Tekstur dagingnya lembut, namun masih memberi sensasi "melawan" saat dikunyah. Bumbu daging kambingnya cenderung manis, cocok dipadukan dengan rasa sambalnya.

Menggenapi daftar adalah dua sajian yang disiapkan Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, dan secara personal, set ini merupakan favorit saya. Chef Gusti mengatakan bahwa ia memanfaatkan bahan dasar lokal yang melimpah: kelor.

Olahan Superfood Lokal

Menu moringa seafood miso soup dari Wyndham Jivva Taman Sari Bali yang merupakan bagian dari Wyndham Culinary Journey inisiasi Travel + Leisure Co. di lima hotel Wyndham di Indonesia. (Liputan6.com/Asnida Riani)

"Di luar negeri, orang-orang menyebut kelor sebagai superfood, jadi sayang sekali kalau kita sendiri tidak mengolahnya," kata dia. Daun kelor diolah jadi  sup miso moringa yang terbuat dari jahe, kaldu ayam, dan miso, dipadukan dengan ikan dan udang. Disajikan hangat, hidangan ini menawarkan rasa umami yang lembut.

Kemudian, ada bebek goreng jivva yang diungkep dengan bumbu kuning, kemudian digoreng dan disajikan bersama urap sayuran, sambal goreng, serta sambal matah khas Bali. Kombinasi andalan ini jelas langsung menambat lidah saya yang tidak bisa menolak nikmatnya bebek goreng asin gurih yang dimakan dengan urap sayuran yang masih garing.

Infografis Bahan Pangan Lokal Alternatif yang Belum Populer  (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya