Menteri Ifran Ungkap Persiapan Haji 2026 Masuk Tahap Krusial, Ini yang Sedang Dipersiapkan

Melalui penyusunan kloter yang matang serta penerapan skema murur dan tanazul, pemerintah berharap potensi kepadatan jamaah pada puncak haji dapat diminimalkan.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 08 Januari 2026, 13:47 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 kini memasuki tahap krusial.

"Agenda utama kita yang mendekat sekarang ini adalah penyusunan kloter. Dan Kloter ini tentu karena kita memberangkatkan 203.000 orang untuk yang reguler dan 18.000 yang khusus, tentu harus disusun kloter," kata dia di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Irfan membeberkan, penyusunan kloter ini meliputi penempatan hotel di Makkah dan Madinah termasuk pembagian kloter dan ketua kelompoknya. Selain itu, mempersiapkan pelaksanaan manasik haji yang sudah dilakukan secara bertahap, agar jamaah dalam kondisi siap melaksanakan ibadahnya.

"Kemudian verifikasi dokumen dan data jamaah sudah sedang berjalan. Kemudian pemvisaan dan sinkronisasi data kalau nanti verifikasi dokumen sudah siap, tentu akan dimulai proses pemvisaan," kata dia.

Seperti dilansir dari Antara, menurut Ifran, pemerintah juga telah menyiapkan skema layanan untuk mengantisipasi kepadatan jamaah haji, termasuk skema murur dan tanazul bagi jamaah yang lanjut usia.

Perlu diketahui, murur adalah pergerakan jemaah dari Arafah dengan bus yang hanya melewati Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Sedangkan, tanazul adalah pemulangan lebih awal ke hotel di Makkah setelah selesai lempar jumrah aqabah.

 

"Salah satu penyebab kepadatan pada tahun sebelumnya adalah pergerakan jamaah secara bersamaan dari Arafah ke Muzdalifah, dan Mina. Karena itu kita upayakan pengaturan melalui murur dan tanazul agar pelaksanaan haji tidak terlalu crowded," ungkap Irfan.

 

Mitigasi Risiko

Selain aspek teknis layanan, Kementerian Haji dan Umrah juga telah melakukan pemetaan dan mitigasi risiko sejak dini.

Langkah tersebut mencakup antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi, kondisi cuaca ekstrem akibat suhu panas, serta risiko kesehatan jamaah.

"Semua risiko itu sudah kita siapkan langkah mitigasinya sejak awal," kata Irfan.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM), pengawasan, dan kelembagaan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Seiring dengan persiapan layanan, pemerintah juga tengah melakukan proses pergeseran dan penataan petugas haji.

"Di hari-hari ini, selain menyiapkan layanan haji, kita juga melakukan penguatan dan penataan SDM petugas haji agar penyelenggaraan berjalan optimal," jelas Irfan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya