JPMorgan Resmi Ambil Alih Apple Card dari Goldman Sachs Senilai Rp 335 Triliun

JPMorgan Chase mencapai kesepakatan strategis untuk mengambil alih portofolio pinjaman Apple Card senilai USD 20 miliar dari Goldman Sachs.

oleh Muhammad IsmailDiterbitkan 08 Januari 2026, 21:00 WIB
JPMorgan Chase & Co.

Liputan6.com, Jakarta - JPMorgan Chase mencapai kesepakatan strategis untuk mengambil alih bisnis kartu kredit Apple Card dari Goldman Sachs. Aksi akuisisi menandai perubahan besar dalam peta industri keuangan konsumen Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan ini diumumkan oleh kedua bank melalui keterangan terpisah, setelah lebih dari satu tahun proses negosiasi intensif. Dengan transaksi ini, JPMorgan semakin memperkuat posisinya sebagai raksasa kartu kredit dan perbankan ritel terbesar di Amerika, sementara Goldman Sachs menutup bab penting dalam ambisinya di bisnis keuangan konsumen.

Dikutip dari CNBC, Kamis (8/1/2026), melalui kesepakatan tersebut, JPMorgan akan mengambil alih lebih dari USD 20 miliar, sekitar Rp 335 triliun (estimasi kurs Rp 16.785 per USD) portofolio pinjaman Apple Card yang sebelumnya dikelola Goldman Sachs. Langkah ini sejalan dengan strategi Goldman yang mulai mundur dari pembiayaan konsumen sejak 2022.

JPMorgan menyatakan bahwa proses transisi diperkirakan memakan waktu sekitar 24 bulan dan bank tersebut akan mencatat provisi sebesar USD 2,2 miliar, sekitar Rp 36,9 triliun untuk menutup potensi kerugian kredit saat melaporkan kinerja keuangan kuartal IV 2025.

Apple menyambut kesepakatan ini dengan optimistis. Jennifer Bailey, eksekutif Apple yang bertanggung jawab atas bisnis pembayaran, menyebut JPMorgan sebagai mitra yang memiliki komitmen serupa dalam menghadirkan inovasi dan produk keuangan yang meningkatkan pengalaman konsumen.

Menurut Bailey, kerja sama ini diharapkan dapat terus menghadirkan layanan terbaik bagi pengguna Apple Card, sekaligus memperluas ekosistem keuangan Apple bersama salah satu bank paling berpengaruh di Amerika Serikat.

“Chase memiliki komitmen yang sama dengan kami terhadap inovasi dan penyediaan produk serta layanan yang meningkatkan kehidupan konsumen,” kata Jennifer Bailey, seorang eksekutif Apple yang bertanggung jawab atas pembayaran. “Kami berharap dapat bekerja sama untuk terus memberikan pengalaman terbaik di kelasnya,” tambahnya.

Meski terjadi pergantian penerbit, JPMorgan memastikan bahwa nasabah Apple Card tetap dapat menikmati manfaat yang sama, termasuk sistem rewards yang ada. Apple Card juga akan tetap beroperasi menggunakan jaringan Mastercard, sehingga tidak ada perubahan signifikan bagi pengguna dalam jangka pendek.

Goldman Sachs Percepat Mundur dari Bisnis Konsumen

Ilustrasi Goldman Sachs (AFP PHOTO)

Bagi Goldman Sachs, melepas Apple Card menjadi langkah penting dalam restrukturisasi bisnis di bawah kepemimpinan CEO David Solomon. Goldman sebelumnya masuk ke bisnis kartu kredit dengan ambisi besar pada 2019 setelah memenangkan persaingan ketat untuk menerbitkan Apple Card. Namun, strategi tersebut belakangan dinilai membebani kinerja keuangan bank.

Solomon menyatakan bahwa transaksi ini akan membantu Goldman mempersempit fokus pada bisnis inti mereka “Transaksi ini secara substansial melengkapi penyempitan fokus kami di bisnis konsumen,” kata Solomon dalam rilis banknya .

“Kami berharap dapat terus mendukung pelanggan kami selama transisi ke penerbit baru sambil kami fokus pada pengembangan strategi yang telah kami tetapkan untuk bisnis inti kami,” tambahnya.

Goldman juga mengungkapkan bahwa kesepakatan ini diperkirakan akan meningkatkan laba per saham sebesar 46 sen, yang akan diumumkan dalam laporan keuangan berikutnya.

JPMorgan Jadi Bank Terakhir yang Bertahan

JPMorgan Chase. (Foto: Ikechukwu Julius Ugwu/Unsplash)

Sebelum kesepakatan tercapai, JPMorgan disebut menjadi bank terakhir yang masih berminat mengambil alih Apple Card. Beberapa penerbit besar lain seperti American Express, Synchrony, dan Barclays dilaporkan mundur dari pembicaraan.

Sumber yang mengetahui transaksi tersebut menyebut JPMorgan berhasil mendapatkan portofolio Apple Card dengan diskon lebih dari USD 1 miliar, sekitar Rp 16,8 triliun.

Meski portofolio tersebut mencakup lebih banyak peminjam subprime dan berperingkat kredit rendah dibanding standar JPMorgan, bank ini juga berencana memperluas kerja sama dengan Apple, termasuk menawarkan rekening tabungan Apple sebagai bagian dari paket layanan keuangan terintegrasi. Langkah ini mempertegas posisi JPMorgan sebagai mitra utama raksasa teknologi dalam membangun masa depan layanan keuangan digital.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya