Harga Saham Melambung, BEI Suspensi 6 Emiten Ini

Berikut enam saham yang dihentikan sementara perdagangan (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/1/2026).

oleh Tira SantiaDiterbitkan 08 Januari 2026, 10:52 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara perdagangan atau suspensi saham enam emiten yang mengalami lonjakan harga saham kumulatif dalam waktu singkat. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keteraturan serta kewajaran transaksi di pasar modal.

Adapun saham yang kena penghentian sementara perdagangan atau suspensi saham berasal dari sejumlah sektor, yakni PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD), PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), termasuk Waran Seri I GRPM (GRPM-W), PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Kamis (8/1/2026), kebijakan suspensi tersebut mulai diberlakukan sejak sesi pertama perdagangan pada 8 Januari 2026, mencakup pasar reguler dan pasar tunai.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham  PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek  Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 8 Januari 2026 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.

Langkah Pendinginan Demi Lindungi Kepentingan Investor

Dalam pengumuman keterbukaan informasi tersebut, dijelaskan penghentian sementara ini bersifat sebagai upaya cooling down. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan, khususnya bagi investor yang telah memiliki saham-saham terkait.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor," ujarnya.

BEI juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan agar terus memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perusahaan.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," pungkasnya.

Pembukaan IHSG pada 8 Januari 2026

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis, (8/1/2026). Kenaikan IHSG terjadi di tengah bursa saham Asia Pasifik yang bervariasi dan sektor saham energi pimpin kenaikan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik dua poin ke posisi 8.946 dari penutupan sebelumnya 8.944. Pada pukul 09.21 WIB, IHSG menguat 0,36% ke posisi 8.976. Indeks saham LQ45 bertambah 0,32% ke posisi 874,48. Sebagian besar indeks saham acuan menguat. Sementara itu, sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.987,93 dan level terendah 8.930,57. Sebanyak 306 saham menguat sehingga angkat IHSG. 243 saham melemah dan 166 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 829.442 kali dengan volume perdagangan saham 9,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.790.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 0,84%. Sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,2%, sektor saham consumer siklikal menanjak 0,18%, sektor saham kesehatan menguat 0,19%, sektor saham keuangan bertambah 0,16%, sektor saham properti naik 0,33%. Selain itu, sektor saham infrastruktur bertambah 0,13%.

Sementara itu, sektor saham basic melemah 1,75%, dan pimpin koreksi. Sektor saham industri terpangkas 0,38%, sektor saham transportasi susut 0,50%.

Gerak Saham

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada awal sesi perdagangan, harga saham PGAS naik 2,83% ke posisi Rp 2.000 per saham. Harga saham PGAS dibuka naik 20 poin ke posisi Rp 1.965 per saham. Saham PGAS berada di level tertinggi Rp 2.020 dan level terendah Rp 1.965 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.697 kali dengan volume perdagangan saham 240.215 saham. Nilai transaksi Rp 47,9 miliar.

Saham AKRA naik 1,58% ke posisi Rp 1.285 per saham. Harga saham AKRA dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.275 per saham. Saham AKRA berada di level tertinggi Rp 1.290 dan level terendah Rp 1.270 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.050 kali dengan volume perdagangan saham 28.657 saham. Nilai transaksi perdagangan saham Rp 3,7 miliar.

Harga saham CBDK bertambah 0,99% ke posisi Rp 7.650 per saham. Harga saham CBDK dibuka stagnan di posisi Rp 7.575 per saham. Saham CBDK berada di level tertinggi Rp 7.750 dan level terendah Rp 7.575 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.041 kali dengan volume perdagangan 18.331 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14 miliar.

Harga saham CBRE turun 0,51% ke posisi Rp 985 per saham. Harga saham CBRE dibuka merosot lima poin ke posisi Rp 985 per saham. Saham CBRE berada di level tertinggi Rp 1.000 dan level terendah Rp 980 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.073 kali dengan volume perdagangan saham 48.112 saham. Nilai transksi harian Rp 4,7 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya