Manchester United Setujui Transfer Pertama Usai Pecat Ruben Amorim, Sang Pemain Butuh Tantangan

Manchester United melepasnya karena sang pemain dikabarkan sangat ingin memulai karier profesionalnya setelah melampaui level sepak bola akademi

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 08 Januari 2026, 09:00 WIB
Manajer Manchester United (MU), Ruben Amorim. (Darren Staples / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United, hanya dua hari setelah pemecatan Ruben Amorim, dilaporkan akan segera menyetujui transfer pertama mereka di jendela transfer Januari 2026. Pemain muda Sam Mather akan meninggalkan Old Trafford untuk bergabung dengan klub Super Lig Turki, Kayserispor, dengan biaya yang tidak diungkapkan.

Menurut Manchester Evening News, Mather, 21 tahun, hampir bergabung dengan Kayserispor selama jendela transfer musim panas. Namun, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan.

Pada bulan September, diyakini bahwa pembicaraan berada pada tahap lanjut setelah Mather menyetujui persyaratan pribadi dengan klub, tetapi transfer tersebut kembali gagal terwujud karena kurangnya waktu.

Laporan tersebut menyatakan bahwa pemain sayap muda itu sekarang akan melakukan perjalanan ke Turki untuk menyelesaikan kepindahannya. Meskipun ia memiliki kontrak dengan United hingga 2027, Mather dikabarkan sangat ingin memulai karier profesionalnya setelah melampaui level sepak bola akademi dan melihat kepindahan ke luar negeri sebagai tantangan baru.

Selama waktunya bersama Setan Merah, Mather memenangkan Piala FA Youth dan mencetak 30 gol dalam pertandingan liga junior. Ia juga beberapa kali berlatih dengan tim utama.


Waktunya MU Melakukan Perubahan

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Diberitakan sebelumnya, masa jabatan Amorim selama 14 bulan sebagai bos United berakhir secara tiba-tiba. Sebuah pernyataan yang diposting di situs web resmi klub berbunyi: "Ruben Amorim telah meninggalkan posisinya sebagai Pelatih Kepala Manchester United.

"Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Premier, kepemimpinan klub dengan berat hati telah membuat keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan."

"Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk finis di posisi tertinggi di Liga Premier." Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya."


Pelatih yang Sudah Lama Menganggur

Rumor pemecatan Xavi pun marak bermunculan beberapa hari terakhir. (JAVIER SORIANO / AFP)

Terkait dengan pemecatan Amorim, MU dikabarkan sudah memiliki kandidat utama untuk menggantikan posisi manajer. MU kini tengah mengincar mantan manajer Barcelona, ​​Xavi Hernandez.

Xavi, yang digambarkan sebagai manajer terbaik di dunia oleh Joan Laporta, telah menganggur sejak meninggalkan Barcelona pada tahun 2024. Mantan pemain internasional Spanyol ini mencetak rata-rata 2,07 poin per pertandingan selama masa baktinya bersama raksasa La Liga tersebut, dan pernah mengangkat satu gelar liga dan satu Piala Super sebelum kepergiannya.


Tertarik Pindah ke Liga Inggris

Legenda Spanyol dan Barcelona, Xavi Hernandez saat berlaga di pertandingan antara Qatar Stars League melawan Lekhwiya di Doha (27/11/2015). Xavi mengaku sudah mulai beradaptasi dan senang bisa bermain di Qatar.(AFP Photo/Karim Jaafar)

Pria berusia 45 tahun ini, sebelumnya melatih klub Qatar Al-Sadd sebelum pindah ke Barcelona, ​​​​di mana ia mempersembahkan sejumlah trofi berbeda. Xavi belum pernah melatih di Liga Inggris, dan sebelumnya mengisyaratkan bahwa ia mungkin tertarik untuk pindah ke liga tersebut selama karier manajerialnya.

Setan Merah percaya bahwa pelatih tersebut sesuai dengan profil yang mereka butuhkan untuk kembali ke jalur yang benar. Di sisi lain, Xavi juga telah menolak beberapa tawaran karena menunggu kesempatan yang tepat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya