Begini Kondisi Pasokan Cabai Jelang Ramadan di Tengah Cuaca Ekstrem

Pasokan cabai dipastikan mampu memenuhi kebutuhan ramadan meski kebun petani lokal dibayangi cuaca ekstrem

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 06 Januari 2026, 19:30 WIB
Petani memanen cabai keriting di kawasan Pesawah, Cicurug, Sukabumi, Rabu (22/04/2020). Sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sejumlah petani mengeluhkan harga cabai keriting di tingkat petani yang turun dari Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 12 ribu per kg. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Pasokan cabai dipastikan mampu memenuhi kebutuhan ramadan meski kebun petani lokal dibayangi cuaca ekstrem beberapa waktu belakangan ini. Namun, petani berharap ada bantuan biaya logistik agar harga bisa terkendali.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro, memastikan produksi cabai bisa mencukupi kebutuhan pada hari besar keagamaan nasional (HBKN) seperti ramadan nanti. Tingkat produksi petani, diakuinya sesuai dengan hitungan pemerintah.

"Artinya data dari lapangan maupun yang dipegang pemerintah itu tidak terlalu jauh melesetnya, kami prudent, kami optimis untuk HBKN itu akan aman," kata Tunov saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (6/1/2026).

Dia mengamini ada tantangan dari cuaca ekstrem selama proses produksi cabai di berbagai wilayah. Tekanan dari cuaca ini bisa mempengaruhi harga di pasaran nantinya, termasuk di tingkat petani.

Kendati begitu, dia kembali memastikan jumlah produksi cabai bisa memenuhi kebutuhan, menyusul proyeksi panen raya cabai di awal tahun 2026 ini.

"Memang cuaca nanti akan menentukan harga. Tapi kalau secara produksi, kami petani sudah menyiapkan lebih banyak daripada kebutuhan," sebutnya.

Butuh Subsidi Biaya Angkut

Tunov menyampaikan, meski produksi lokal bisa memenuhi kebutuhan nasional, petani cabai masih membutuhkan subsidi dari pemerintah. Terutama pada aspek biaya logistik pengiriman hasil panen dari sentra produksi.

"Pasti, kalau itu kami petani pasti butuh, karena bagaimanapun yang namanya biaya logistik dari Jawa ke Sumatera, dari Jawa Tengah, Jawa Timur ke Jakarta, Jabodetabek, itu kan harga logistik itu, biaya logistik itu kan dibebankan ke harga produk," tutur dia.

Atas skema itu, biaya pengiriman akan dibebankan kepada petani. Tunov ingin pemerintah memastikan subsidi logistik tidak dinikmati pengusaha besar. "Tapi bisa dinikmati oleh petani, nah monggo itu regulasi pemerintah yang akan mengatur itu agar tepat sasaran, karena yang butuh kami petani, para produsen," bebernya.

 

Harga Pangan 6 Januari 2026

Tanaman cabai dengan sistem mulsa organik di Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam, Tanjungjabung Barat, Jambi, Kamis (6/6/2024). Sejumlah petani di desa ini menerapkan pertanian ramah lingkungan dengan sistem mulsa organik. (Liputan6.com/Gresi Plasmanto)

Sebelumnya, Harga pangan hari ini, 6 Januari 2026 mencatat sejumlah komoditas mulai terkendali, meski ada yang di atas ketentuan. Minyak goreng Minyakita masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata nasional beras premium sekitar Rp 15.145 per kilogram (kg), beras medium Rp 13.237 per kg, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar Rp 12.347 per kg.

Seluruh harga beras ini berangsur mengalami penurunan sejak akhir 2025 lalu, Beras SPHP lebih rendah dari HET Rp 12.500-13.500 per kg tergantung zona.

 

Bawang-Cabai

Petani cabai rawit di Provinsi Gorontalo harus menyiram satu persatu pohon cabai (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Harga rata-rata bawang merah Rp 41.007 per kg, bawang putih Rp 37.135 per kg, cabai merah keriting Rp 41.732 per kg, cabai merah besar Rp 35.384 per kg. Sementara, cabai rawit merah masih dijual Rp 56.024 per kg, angka ini mulai turun dari beberapa pekan lalu dan lebih rendah Rp 3.507 per kg sehari sebelumnya.

Harga rata-rata nasional tersebut masih dalam kisaran harga acuan pembelian (HAP) Rp 40.000-57.000 per kg. Terpantau secara nasional harga cabai rawit berangsur turun. Meskipun harga di Papua Barat Daya masih tembus Rp 140.000 per kg.

Harga rata-rata daging ayam ras Rp 38.709 per kg, telur ayam ras Rp 31.157 per kg, gula konsumsi Rp 17.726 per kg. Daging sapi masih tinggi, di Rp 134.531 per kg, daging kerbau beku Rp 95.361 per kg, daging kerbau segar lokal Rp 137.000.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya