IHSG Dibuka Melemah 6 Januari 2026 Usai Cetak Rekor

IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini 6 Januari 2026 melemah setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan kemarin.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 Januari 2026, 09:25 WIB
IHSG hari ini dibuka melonjak ke posisi 8.890,26 dari penutupan sebelumnya 8.859,19. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG melemah 0,16 persen atau 11,14 poin ke level 8.850,41. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Selasa 6 Januari 2026. Namun tak lama kemudian, IHSG mengalami tekanan dan harus turun ke zona merah.

Pada perdagangan Senin kemarin, IHSG melaju kencang dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Mengutip data RTI, Selasa (6/1/2026), IHSG hari ini dibuka melonjak ke posisi 8.890,26 dari penutupan sebelumnya 8.859,19. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG melemah 0,16 persen atau 11,14 poin ke level 8.850,41.

Indeks LQ45 juga mengalami tekanan dengan turun 0,35% ke posisi 857,01. Hampir seluruh indeks saham acuan berada di zona merah.

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG berada di level tertinggi 8.895,26 dan level terendah 8.839,01. Sebanyak 288 saham menguat tetapi tak mampu menjaga IHSG di zona hijau. Selain itu, 267 saham melemah dan 162 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 703.195 kali dengan volume perdagangan saham 11,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.933.

Mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham energi turun 0,70%, dan catat pelemahan terdalam. Sektor saham transportasi juga melemah 0,20% dan sektor saham kesehatan turun 0,29%.

Sektor saham teknologi mampu naik 1,82% dan disusul sektor saham properti yang melaju 0,50%.

IHSG Hari Ini 6 Januari 2026 Diprediksi Melemah

Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (6/1/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham hari ini?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,27%, tetapi disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 9,98 miliar pada perdagangan saham Senin, 5 Januari 2026. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BUMI, MEDC, BBRI, EMAS dan JPFA.

Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi koreksi wajar pada perdagangan saham Selasa pekan ini. IHSG akan bergerak di level support 8.780-8.800 dan level resistance 8.880-8.900.

Dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak sideways didorong sentimen pasar global dan regional yang cenderung bervariasi. Pada Selasa pagi ini, indeks Kospi diperdagangkan melemah 1,03% dan indeks Nikkei dibuka menguat 1,02%.

Rekomendasi Saham

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Trading Idea hari ini:  INET, BRMS, MBMA, UNTR, ARCI, dan HRTA

  • INET Spec Buy dengan area beli di 590, cutloss di bawah 560. Target dekat di 615-650.
  • BRMS Spec Buy dengan area beli di 1260-1275, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1290-1310.
  • MBMA Spec Buy dengan area beli di 620-625, cutloss di bawah 615. Target dekat di 635-645.
  • UNTR Spec Buy dengan area beli di 30750-30800, cutloss di bawah 30500. Target dekat di 31000-31300.
  • ARCI Buy if Break 1725, dengan target jual dekat di 1745-1775. Cutloss di bawah 1700.
  • HRTA Spec Buy dengan area beli di 2240-2270, cutloss di bawah 2220. Target dekat di 2310-2380.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya